Wakil Walikota Banjar Ajak Keluarga, Pemerintah dan Ulama Perangi Penularan HIV-AIDS

0
595
keterangan photo. Wakil Walikota Banjar drg H. Darmadji Prawirasetia

BANJAR, koran Sergap,-
Wakil Walikota Banjar Provinsi Jawa Barat, drg H. Darmadji Prawirasetia mengajak elemen pemerintah, ulama dan keluarga untuk bersama-sama memerangi penyebaran virus HIV-AIDS. Ajakan itu dilakukan untuk mencegah terus bertambahnya warga Kota Banjar yang terjangkit AIDS dari tahun ketahun mengalami peningkatan yang signifikan. “Semua elemen perlu turun tangan, pasalnga mulai dari keluarga kita dan lingkungan kita harus kita lindungi dari bahaya HIV-AIDS. Agar menjadi keluarga yang sehat dan lingkungan sehat sekaligus untuk membentuk Kota Banjar menjadi kota yang sehat,” ujar Wakil Walikota Banjar Darmadji saat menjamu wartawan Sergap.id di rumah dinasnya. Senin (11/12/2017).

Menurut orang nomber dua di Kota Banjar, upaya penyadaran kepada masyarakat harus terus dilakukan salah satunya dengan penyampaian seperti pada sosialisasi langsung kepada pengurus PKK, Bhayangkara Polri dan TNI Batalion Infrantri 323 Kota Banjar dan kalangan pelajar. “Maka itu untuk mencegah HIV-AIDS perlu kita sadarkan dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Insya Allah kalau seluruh warga kota melaksanakan prinsip-prinsip pola hidup bersih dan sehat atau PHBS maka kita semua seluruh warga kota akan terlindungi dari bahaya AIDS ini, Peran keluarga disini sangatlah vital, ya hanya keluarga yang bisa mengetahui keseharian dan kepribadian anak anak sehari-harinya, mereka harus peka terhadap perkembangan anak,” ujar Darmadji.

 photo. Wakil Walikota Banjar drg H. Darmadji Prawirasetia

Ditambahkan Darmadji ulama di Kota Banjar pun memiliki peran penting dalam pencegahan virus HIV-Aids di Kota Banjar. “Pemerintah melalui program sosialisasi yang kerap dilaksanakan setiap tahunnya langsung kepada masyarakat akan bahaya virus HIV-Aids, sekarang penyebarannya bukan lagi antar pemakai narkoba, melainkan antar seks semasa jenis atau kerap disebut LGBT,” tutur Darmadji seraya menambahkan sampai tahun 2017 penderita HIV-AIDS yang sudah kita layani sebanyak 30 penderita, 28 diantaranya meninggal dunia. Kota Banjar sampai tahun 2017 ini penderita AIDS sebanyak 270 orang. Kebanyakan penderita dikalangan pelajar dan ibu rumah tangga.

“Dari hasil pemeriksaan 8 orang LSL dikalangan pelajar di Kota Banhar 7 diantaranya positif HIV-Aids, oleh sebab itu saya menghimbau agar pihak sekolah di Kota Banjar sering melakukan rajia hp terhadap para siswanya, situs situs berbau pornografhi dengan mudah sering diakses para siswa, tanpa diawasi orangtua dan guru di sekolah,” pungkas Darmadji

.(Risal Nurdiansyah/Sekred).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here