Ustad Dan MUI Desa Cemarajaya Termasuk DKM Melarang Meminta Jariyah Dipinggir Jalan

0
59
foto: ust.cambang, ketua yayasan ponpes nihayatul yaqin

Karawang, sergapreborn –

Ustad dan MUI Desa Cemarajaya termasuk DKM Masjid melarang untuk meminta jariyah dipinggir jalan. Hal itu dirasakan oleh Ust. Abdul Rohman Samsudin, atau yang biasa di panggil dengan sapaan Ust. Cambang, selaku Ketua Yayasan TKQ/TPQ/DTA, yang berbasis Pondok Pesantren (Ponpes) Nihayatul Yaqin yang berada di Dusun Cemara II, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Saat ditemui, Ust. Abdul Rohman Samsudin, alias Ust. Cambang, selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nihayatul Yaqin, dirinya mengatakan, ponpes yang di kelolanya memang belum lama pindah, baru sekitar 1 tahun setengah berdiri di Dusun Cemara II ini.

“Untuk perkembangan pendidikan agama dan meneruskan pembangunan pondok pesantren membutuhkan biaya dan dirinya berencana akan meminta jariyah di pinggir jalan. Namun sayang rencananya gagal tidak sesuai harapan, karena tidak diperbolehkan oleh Ustad dan Ketua MUI Desa Cemarajaya termasuk DKM Masjid juga melarang untuk tidak meminta jariyah dipinggir jalan wilayah Desa Cemarajaya, alasan mereka sama dengan menghina islam,”ungkap Ust. Cambang. Senin (02/09/2019) di kediaman rumahnya.

Lanjut, Ust. Cambang, dirinya mengatakan, kalau untuk meminta jariah keluar wilayah cemarajaya kepala desa memberikan tanggapan bagus dan tidak merasa keberatan.

Proposalnya untuk meminta jariah keluar wilayah desa cemarajaya sudah ditandatangani oleh Kepala desa. Bahkan Kepala desa juga akan memberikan bantuan pada Ponpes ini,”pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Kades Cemarajaya, Younglim Supardi, belum bisa di konfirmasi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait alasan Ustad dan Ketua MUI Desa Cemarajaya termasuk DKM Masjid yang melarang untuk meminta jariyah dipinggir jalan di wilayah desa cemarajaya.

(Alim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here