Tegas! Kapolres Sragen Hardik Pimpinan Ormas yang Ingin Periksa Pemakaian Atribut Natal

0
311
Tegas Kapolres Sragen Hardik Pimpinan Ormas Yang Ingin Periksa Pemakaian Atribut Natal

Sragen, Sergap – Di media sosial saat ini tengah ramai diperbincangkan sikap Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso yang sangat tegas terhadap salah satu pimpinan ormas yang akan melakukan pemeriksaan pemakaian atribut natal di sebuah swalayan.

Diketahui organisasi tersebut adalah Front Pembela Islam (FPI) yang hendak masuk ke swalayan Mitra Sragen, Jawa Tengah. Video persitiwa tersebut sontak mendapatkan perhatian dari pengguna media sosial. Video yang menampilan Kapolres Sragen dengan tegas melakukan pelarangan kepada Ketua DPC FPI Sragen, Mala Kunaifi beserta sejumlah anggotanya.

 Video tersebut pertama kali diunggah oleh sebuan akun Sukowati Channel di Youtube. Di dalam video tersebut terlihat pimpinan ormas dan anggotanya sedang berkumpul di swalayan yang terdapat di Jalan Raya Sukowati No 156c, Sragen, Jawa Tengah, pada Rabu (21/12/2016). Namun aksi tersebut gagal karena belasan polisi berjaga-jaga di pintu masuk.

“Intinya kita hanya memastikan bahwasanya di dalam itu memang sudah tidak ada saudara saya (umat Islam) yang memakai atribut daripada orang-orang Nasrani. Itu tok, sudah,” kata Mala yang mengenakan gamis dan sorban berwarna putih, dikutip dari detik.com.

Tidak lama berselang datanglah Kapolres Sragen dengan berseragam lengkap dan juga tongkat. Dia bergegas menghampiri dan merangkul bahu Mala sembari memintanya untuk segera pergi dari lokasi. Pertama Mala dan para angggotanya ingin tetap masuk ke swalayan dan meminta pihak kepolisian tidak melarangnya.

Namun Kapolres Sragen tersebut bertindak tegas dengan menolak negosiasi dari Mala. Sebelumnya, Mala sesekali meninggikan suaranya dan mempertanyakan alasan polisi atas pelarangan tersebut.

“Tidak ada ormas yang bisa menggeledah dan merazia,”  tegas KBP Cahyo.

Tidak diam, Mala menjawabnya dengan santai jika dirinya dan anggotanya hanya memeriksa saja buka n menggeledah ataupun merazia. Namun jawaban tegas dan jelas diberikan oleh AKBP Cahyo,

“Enggak ada saya bilang!” hardik sang Kapolres Sragen

Mala terus saja bernegosiasi namun AKBP Cahyo tidak mau mendengarkannya lebih lanjut. Akhirnya Ormas FPI meninggalkan lokasi.(Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here