Tanah Labil Dan Rawan Longsor Yang Terjadi Pada Proyek Pengembangan Jalan Angsana-Gunungkelir Ketua GIBAS Pamarican Angkat Bicara.

0

Ciamis, – Sergapreborn

Warga sekitar merasa lega dan bergembira ketika jalur Anggsana diperbaiki (dihotmix) hingga tembus ke Gunungkelir.

Namun kegembiraan warga sirna setelah hujan mengguyur proyek tadi sehingga mengakibatkan proyek yang dikerjakan kontraktor PT. PRIMAYASA ADIGUNA hancur sebelum digunakan. Proyek dengan Anggaran dari APBD Ciamis (Banprov) sebesar hampir 13 milyar rupiah itu nyaris tak berfungsi.

Menurut keterangan Parjo MS., selaku tokoh masyarakat disana dan juga selaku Ketua Ormas GIBAS Pamarican mengatakan, bahwa “sebenarnya semua pihak sudah pada tahu bahwa kontur tanah di lokasi proyek disana labil & rawan longsor, bahkan pengerjaan sebelumnya pun setiap diperbaiki tidak lama hancur lagi”, katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, mestinya pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR & Kontraktor harus sudah bisa merencanakan kontruksi untuk jalan yang tanahnya labil & rawan longsor. Imbuhnya.

Contoh soal misalnya, untuk tanah longsor, berarti kondisi tanahnya itu labil. Kalau posisinya dilereng seperti di lokasi jalan blok Pasirnagara, Dusun Malabar, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, yang dilalui proyek Pengembangan Jalan Angsana-Gunungkelir, biasanya ada beberapa treatment. Salah satunya treatment-nya bisa dipakai soil nailing (pemakuan tanah), yakni tanah yang ada, dibor secara miring, kemiringan itu agak ke dalam, lalu kemiringan itu dimasukkan besi beton, lalu grooting (dimasukkan campuran semen).

Dengan menggunakan teknik ini, kemungkinan terjadinya longsor bisa diminimalisir.

Jadi untuk tanah labil & rawan longsor bisa menggunakan teknik soil nailing lalu kita gouting, disemprot sama beton mortar agar tidak longsor.

Dengan menggunakan cara ini, air yang masuk ke dalam tanah bisa tertahan oleh beton bertulang yang telah dimasukkan ke dalam tanah tadi. Sehingga tidak masuk ke dalam pori-pori tanah.

Disamping menggunakan teknik konstruksi tadi. Cara lain yang bisa digunakan dengan metode sheet pile beton. Teknik ini biasanya dilakukan untuk konstruksi berat atau bangunan tinggi yang dirancang dengan tulangan untuk menahan beban permanen setelah konstruksi.

Jadi untuk penahan longsor, biasanya pakai metode sheet pile. Kalau lokasinya ditebing pakai soil nailing. Pungkasnya.


(Ambeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here