Perawat RSUD M. Zein Painan Protes, Terkait Pemotongan Remurenasi Jasa Pelayanan

0
413
Foto : Sutarman Direktur RSUD M. Zein Painan Saat di wawancarai Sejumlah Jurnalis Pessel

Pessel sergapreborn.id

Pagi, selasa 19 2019, dikala pagi itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein Painan di ramaikan dengan adanya aksi protes terhadap manajemen rumah sakit.

Aksi protes tersebut tidak lain dilakukan perawat rumah sakit M. Zein painan negeri yang berjulukan negeri sejuta pesona. Aksi protes berlangsung dihalaman Rumah sakit setempat, perawat memprotes terkait adanya pemotongan remunerasi jasa pelayanan terhadap seluruh perawat.

“sejumlah perawat melakukan aksi,  aksi protes tersebut meminta jasa pelayanan untuk dinaikan kembali seperti semula.

Direktur RSUD M. Zein Painan, Sutarman membenarkan hal tersebut terjadi, Menurutnya, Adanya puluhan perawat menyoalkan terjadinya jasa pelayanan yang berkurang. Ujar Sutarman saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Adanya persoalan jasa pelayanan tersebut, setelah adanya kebijakan manajemen untuk merubah remunirasi, diantaranya dengan memotong jasa pelayanan perawat, manajemen dan menaikan remunurasi terhadap dokter spesialis.

“Sebelumnya hal tersebut sudah kami sampaikan sebelumnya, akan tapi karena para perawat masih belum menyetujui. Akhirnya, jasa pelayanan setiap perawat, dokter dan manajemen, kami kembali seperti semula,” terangnya.

Menurutnya, biaya remunirasi jasa pelayanan rumah sakit dikeluarkan manajmen, bekisar 42 persen dari pendapatan BLUD.”Totalnya, Rp 2,058 miliar, dari 49 miliar pendapatan rumah sakit.

Kebutuhan remunurasi di RSUD M.Zein Painan, diantara dibagi untuk 600 orang tenaga medis, masing-masingnya 27 orang dokter spesialis, 15 dokter umum, dan ditambah tenaga manajemen dan perawat rumah sakit.

“Nanti kami akan datangkan tim penilai soal pembagian jasa medis ini. Kita datangkan rencananya dari RSUD di Bogor. Sekarang, sudah kami kembali seperti biasa, sampai ada solusi yang lebih tepat. Ujarnya.

Terpisah, Marwan Anas. SE Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, saat dihubungi media sergap, menilai, sangat menyayangkan kebijakan yang dilakukan pihak RSUD M Zein Painan.

“Silahkan mengambil kebijakan untuk menambah tunjangan jasa medis dokter spesialis, akan tetapi harus rasional bukan hak yang dibawah dikurangi,” tegas Marwan Anas.

Menurutnya, kebijakan manajemen dalam menambah tunjangan jasa medis untuk dokter spesialis, tapi jangan mengurangi tunjangan jasa medis karyawan yang hanya menerima jasa medis jauh lebih sedikit. Menerima jasa medis sedikit tiap bulannya,  tapi dikurangi lagi, ini merupakan kebijakan yang tidak rasional.

(Wempi Hardi. SH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here