Pemuda LSM LIRA Apresiasi Polres Subang Ungkap Kasus Pembunuhan

0
518

Subang-sergapreborn.id

Jajaran Polres Subang berhasil mengungkap misteri pembunuhan dalam kurun waktu 15 jam setelah mayat ditemukan di kebun karet PTPN VIII Blok Jalupang, Kampung Cikuda RT 21/06, Desa Lengkong, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang, Rabu (02/01/2019).

Jadi, jika dihitung sejak penyidik mendapatkan identitas korban Nita Jong alias Licen (56) sampai pelaku Tomy Saputra Ong (59) ditangkap kurang dari 24 jam.

Sementara itu,Ketua Pemuda Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Didit turut mengapresiasi kinerja dari Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni beserta jajarannya yang dapat ungkap kasus pembunuhan ini, terungkap dalam waktu 15 jam sejak mayat ditemukan dan penyidik mendapatkan identitas korban,pihaknya berharap kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia tetap menjaga kondusifitas ditahun politik menjelang Pileg maupun Pilpres 2019 mendatang.

Pihaknya meminta Kepolisian agar berupaya memberikan perlindungan,keamanan dan kenyamanan khususnya bagi warga Subang terlebih Pemuda LSM LIRA salaku LSM mitra pemerintah yang independen, Namun, tetap kritis terhadap program-program pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat,”tegas Ketua Pemuda LSM lIRA Jawa Barat Didit Sandra

Dibagian lain ,Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni
Proses yang memakan waktu cukup lama adalah mendapatkan identitas korban. Sebab, saat ditemukan di kebun karet, jenazah korban tak dilengkapi identitas. Namun berkat kecermatan penyidik, akhirnya identitas korban berhasil diperoleh, yakni Nita Jong alias Lince, warga Citra Garden III Kalideres, Jakarta Barat.

Selanjutnya, petugas meminta keterangan keluarga korban. Dari sini, titik terang kasus pembunuhan terhadap Nita terkuak. “Pelaku Tomy ditangkap di kilometer (Km) 62 Tol Cipularang. Pelaku saat itu sedang bingung hendak ke mana setelah membuang mayat istrinya di kebun karet. Mau pulang ke rumah, rumah tersebut milik istrinya,” ujar Joni.

Selain motif pertengkaran yang meletarbelakangi pembunuhan itu, tutur Joni, tidak ada motif lain, seperti menguasai harta benda korban. Menurut Joni, pelaku spontan membunuh korban Nita dengan mencekik lehernya setelah mereka bertengkar hebat pada Senin 31 Desember 2018 sekitar pukul 16.00 WIB.

“Untuk sementara tidak ada motif menguasai harta korban. Mobil yang digunakan pelaku untuk membawa jenazah korban dan membuangnya di kebun karet juga milik anaknya. Korban Nita memiliki usaha biro jasa, sedangkan pelaku berprofesi wiraswasta,” tutur Joni.

Disinggung apakah kasus itu akan dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat mengingat pembunuhan terjadi di rumah korban Citra Garden III Kalideres, Joni menegaskan, perkara pembunuhan tersebut tetap diproses oleh penyidik Polres Subang sampai dibawa ke persidangan.

“Gak dilimpahkan. Kalau bicara TKP kan, sejak penemuan mayat hingga penangkapan pelaku, itu kan TKP. Jadi kasus ini akan diproses sampai tuntas di Subang,” tutur dia.

Lanjutnya,kasus ini berawal dari penemuan jasad perempuan setengah baya di kebun karet Blok Jalupang pada Rabu 2 Januari 2019 sekitar pukul 09.30 WIB.

Jasad perempuan setengah baya itu pertama kali ditemukan oleh Parman, warga Cipendeuy yang tengah melintasi perkebunan karet. Saat melintas, saksi mencium bau busuk sangat menyengat.

Kemudian, Parman mengecek asal bau busuk tersebut. Parman terkejut ketika mendapati sesosok mayat ditutupi selimut yang sudah dikerubuti lalat. Warga lalu melaporkan penemuan mayat perempuan itu ke Polsek Cipendeuy.

Jadi, setelah menerima laporan, petugas datang ke lokasi penemuan mayat itu. Setelah dilakukan pemeriksaan jasad, korban dipastikan tewas dibunuh karena di leher perempuan malang tersebut terdapat luka memar bekas cekikan. Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas membawa jenazah korban ke RS Polri Sartika Asih Bandung untuk dilakukan autopsi,”tutupnya.

(Tim sergap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here