Pemkot Siap Kolaborasi Bersama Komunitas Dosen DKV

0
14

Bandung,sergapreborn –

WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menggandeng para dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) se-Bandung Raya yang tergabung dalam komunitas CMYK untuk berkolaborasi. Pemkot Bandung akan memanfaatkan kreativitas informasi visual untuk mengampanyekan program.

Wakil wali kota menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menyusun sejumlah program prioritas, diantaranya masalah sampah. Menurutnya, konsep pengelolaan sampah Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) saat ini merupakan fondasi solusi penuntasan masalah sampah.

“Pak Wali punya program prioritas dan program prioritas kita itu sampah. Saya ingin ada gerakan. Barang kali lewat desain bisa mengajak masyarakat,” katanya di Balai Kota Bandung, Rabu (31/7/2019).

Program lainnya yang ingin dikampanyekan secara masiv adalah, solusi menabung air ketika musim hujan. Kini, Pemkot Bandung tengah berupaya untuk bisa menyimpan cadangan air air melalui pembuatan drum pori.

Selanjutnya wakil wali kota mengungkapkan, program prioritas lainnya upaya menuntaskan kemacetan. Dengan adanya peran dari informasi visual diharapkan mampu menyebarluaskan beragam upaya dari Pemkot dalam menangani lalu lintas di Kota Bandung.

Wakil wali kota menaruh harapan kreativitas para akademisi di Kota Bandung ini bisa menjadi medium baru dalam menyampaikan informasi. Sehingga program Pemkot Bandung bisa semakin luas menjangkau masyarakat.

“Saya berharap dengan desain informasi ini bisa nyampe. Saya punya keyakinan masyarakat Kota Bandung itu punya semangat gotong royong. Tapi sulit untuk menjangkau semuanya,” jelasnya.

Sementara itu, kolaborator sekaligus founder CMYK, Melvin Goenawan menyatakan, para dosen di berbagai universitas di Kota Bandung sangat menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, ini menjadi kesempatan untuk memperluas pengalikasian DKV sebagai salah satu keilmuan.

“Pasti kita sangat siap dan materi itu sudah ada. Tinggal merealisasikan ke dalam sebuah even atau kegiatan yang bermanfaat. Perlu dipahami desain bukan tentang visual tapi sebuah proses atau pemikiran mencri problem dan menjadiknnya sebuah solusi,” ucap Melvin.

Melvin menegaskan, dengan adanya kolaborasi ini akan tercipta penggabungan yang komplit antara elemen akademisi, industri, komunitas dan pemerintahan. Sehingga, produk yang dihasilkan bakal memiliki manfaat lebih luas.

“Ini pasti akan kita sambut dan akan dipertimbangkan menjadi kegiatan. Bukan cuma pamer gambar tapi bagaimana memamerkan mencari masalah dan solusi dengan pendekatatan budaya yang ada di Kota Bandung,” katanya.

***Ims

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here