PEMBANGUNAN TOWER TBG Di KOTA BANJAR BELUM MENGANTONGI IZIN DAN TELAH MELANGGAR PERWAL

0
83

KOTA BANJAR, SERGAPreborn –

Sungguh ironis sekali Tower TBG di Kota Banjar sangat mengiris masyarakat banyak khususnya di dusun cibereum Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar. Dalam situasi Pandemi Corona yang melanda Negri ini.

Pemerintah pusat atau daerah menghimbau untuk PSBB tahap kedua di setiap daerah Kabupaten/Kota atau Provinsi. Membatasi orang supaya tidak ada berkerumun orang. Namun ini sungguh bertentangan dengan anjuran pihak pemerintah pusat atau daerah. Yang mana di Kota Banjar sedang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua, dan menuju adaptasi kebiasaan baru (AKB)

Tower TBG ini telah membangun di Kota Banjar yang jumlah nya ada 4 titik, di beberapa desa di Kota Banjar. Di duga Tower TBG tersebut belum mengantongi izin dari pemerintah Kota Banjar. Namun pembangunannya telah rampung dikerjakan tanpa ada izin apapun dari pihak pemerintah Kota Banjar. Dan penyelesaian terhadap pemilik tanah pun belum di penuhun kewajiban sewa lahan nya. Yang lebih sungguh ironis sekali, pihak Tower TBG yang bertempat di dusun ciberem RT 42 Rw 03 Desa Balokang, Kec.Banjar. Proses izin prinsip dari lingkungan pun baru sampai tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan. Ungkap Deni mulyadi ketua Ormas Geram Kota Banjar Rabu (3/6)

Lebih lanjut, diri nya menjelaskan bahwa salah satu tower TBG yang di lingkungan dusun ciberem itu sudah jelas jelas telah melanggar, karena belum mengantongi izin dari Perizinan yaitu IMB. Dan ada yang lebih patal lagi yaitu telah melanggar Perwal No 55 Tahun 2019, Bab III pasal 8 ayat 2 hurup C, yang mana tidak boleh membangun tower di lingkungan dunia pendidikan.

Jadi disini sudah jelas sekali pelanggaran yang telah di lakukan pihak TBG. Yang mana di dalam isi perwal tersebut kalau di pelajari dan di telaah dalam isi Perwal tersebut, sudah jelas banyak yang di langgarnya. Namun sungguh heran sekali ada apakah dan siapakah yang menggiring atau mengawal nya pihak pengusaha tower tersebut..?

Sampai sampai pihak pemerintah daerah pun tidak di hargai dengan peratuan yang ada. Jadi kami berharap kepada Pol -PP Kota Banjar, yang membidangi penidakan perwal, tindak tegas karena mereka sudah jelas telah melanggar perwal, ungkapnya.

Dan salah satu pemilik sekolah RA atau yayasan dilingkungan pendirian tower tersebut, tidak merasa di undang waktu ada sosialisasi di lingkungan setempat. Padahal sekolah yayasan tersebut jarak pendirian tower itu, jarakanya hanya kurang lebih dari 20M. Padahal hal itu sangat perlu sekali ada sosialisasi tersebut, karena dampak dari radiasi positif dan negatif masyarakat harus paham karena ada generasi anak bangsa yang menimba ilmu di sekolah kami, ucap ketua yayasan Alwardatussalam kepada media sergapreborn.

(E.D)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here