Marak Psikotropika di Bogor

0
28

Bogor,- Sergapreborn

Atiek Yulis Setyowati ketua LSM AMAN (Asosiasi Masyarakat Anti Narkoba) dan juga ketua Markas Pejuang Bogor (MPB) merasa risih dengan maraknya berita dipelbagai daerah di Bogor yang menjual bebas obat daftar G (Psikotropika) yang dikomsumsi oleh anak-anak sekolah atau pelajar.

Menurutnya harus ada perhatian ekstra akan masalah tersebut.
“Maraknya perdagangan bebas obat di toko obat atau apotek jadi-jadian terutama di kalangan remaja usia sekolah atau anak-anak yang _drop out_ sekolah yang ada di Bogor harus jadi perhatian serius oleh Dinkes, BNNK, Sat Narkoba Polres dan semua pihak termasuk para orangtua”, ungkapnya pada Rabu, 9 Oktober 2019.

Lebih lanjut ia mengatakan, “harus ada penindakan tegas agar ada efek jera dan tidak merajalela karena terkesan seperti pembiaran.
Kasus ini sudah lama ada tapi kenapa masih marak ada karena kurang adanya ketegasan sanksi dan hukuman bagi para pelaku. Para apotek liar atau warung berkedok ini harus diberi sanksi tegas dan berat sampai pencabutan ijinnya agar sadar tindakan mereka telah membahayakan para generasi anak bangsa dan bisa membunuh karena penyalahgunaan obat tersebut”, tegasnya.

Iq menambahkan, peran orang tua dan para guru juga penting agar memberikan didikan kepada anak-anaknya dan anak didiknya dengan baik tentang bahayanya penyalahgunaan obat terlarang.

” Sikat toko obat dan apotek jadi-jadian perusak generasi bangsa, para _owner_ nya yang terutama terletak di daerah rawan anak- anak nongkrong atau mabuk-mabukan diberikan edaran, peringatan keras agar selektif melayani para pembelinya dan hukum sesuai undang-undang”, tambahnya.

Dan LSM AMAN dan MPB akan kawal menunggu respon tindaklanjutnya, jajaran kepolisian, pemda dengan semua pihak yang terkait.

( RED )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here