LSM TPF PMP KAB PESSEL, Desak Kejati Sumbar Usut Kasus SPPD Fiktif DPRD Pessel

0
591
Ketua LSM TPF PMP Kab Pessel M Noor

Pessel- Koran Sergap,  Sumbar

Skandal Korupsi dengan modus SPPD fiktif yang dilakukan oleh 40 anggota DPRD Pessel, (mantan) periode tahun 2009-2014 lalu, muncul kembali menghangat, pasalnya LSM Tim Pencari Fakta Pembela Merah Putih (TPF PMP) Kabupaten Pesisir selatan mendesak Kejaksaan Tinggi Sumbar dapat mengusut kasus tersebut.

Walaupun belum terlalu lama, hingga kini belum lupa dari mata segar kita, yaitu kasus dugaan korupsi berjemaah yang dilakukan oleh wakil rakyat Pesisir Selatan periode 2009-2014 lalu, ulah kelakuan busuk anggota dewan yang terhormat ini, berawal tercium oleh pihak Polres Pessel yang saat itu di pimpin oleh AKBP Harianto Syarifuddin S.IK.

pendek kata, satu persatu mantan wakil rakyat tersebut di panggil dan diperiksa sacara bergilir, suatu ketika akhirnya penyidik menemukan modus yang dilakukan oleh anggota DPRD Sepertinya anggota dewan tersebut memainkan surat perintah perjalanan (SPPD) fiktif, sehingga merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

Saat itu masyarakat pessel sangat gembira dan bersorak memuji geliat kepolisian yang begitu berani memproses hukum sesama muspidanya. Saat itu, ada yang memberikan dua jempol dan ada pula yang menjuluki “polisi” bagaikan malaikat turun dari langit turun ke bumi Pesisir Selatan . Kenapa tidak, isu korupsi yang diduga sudah menggurita di jajaran Pemkab Pessel selama ini, mulai dibongkar satu persatu.

Tentu harapan masyarakat yang merindukan kehadiran penegakkan hukum yang adil tanpa pengecualian kepada siapa pun, menghasilkan kekecewaan, lantaran vonis penjara hanya dijatuhkan kepada tiga orang saja. Yaitu Ketua DPRD Pessel, Drs Mardinas N Syair, MM, Sekwan Rahmad Realson, SH, MM dan Bendahara Arfiyanti Belinda SH.

Sementara yang lain terbebas dari jeratan hukum, Maka inilah yang membuat Ketua LSM Tim Pencari Fakta Pembela Merah Putih (TPF PMP) Kabupaten Pesisir Selatan M. Noor dan kawan kawan mendatangi Kejati Sumbar 19/10/2016.

Kedatangan LSM TPF PMP Kab Pessel tersebut tak lain meminta kepada Kejati sumbar, agar kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan periode 2009-2014 yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.924.500.000,- itu, di usut kembali sampai tuntas.

Disamping menyerahkan surat permohonan dengan nomor : 23/LSM/TPF/PMP-PS/X-2016, lembaga ini juga menyerahkan satu berkas bukti baru setebal 15 cm kepada Kejati Sumbar.

Sementara Ketua LSM TPF PMP Kab Pessel M Noor kepada Media Sergap mengatakan, melihat surat tuntutan dari pihak Kejari Painan dengan No ( REG.PERK: PDS-01/N.3.19/FD.1/04/2015 ), terhadap ketiga orang yang saat ini sedang mendekam dalam penjara tersebut, ditemukan ada kejanggalan. Sebab, setelah dilakukan analisa dan mempelajari isi dakwaan Kejaksaan Negeri Painan tersebut, ditemukan bahwa seluruh anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan periode 2009-2014 itu melakukan perbuatan yang sama, yaitu melakukan perjalan dinas dengan cara rekayasa alias fiktif untuk menggerogoti uang negara.

Ironinya, 39 orang mantan anggota dewan terhormat tersebut hanya dijadikan sebagai saksi terhadap ketiga orang tersangka pada persidangan di pengadilan Tipikor Padang , yang kini sadang menjalani hukuman di hotel prodeo Muara Padang, ” Ada apa dengan penegak hukum yang tebang pilih”, Jelas nya bertanya tanya.

Untuk itu lanjut M Noor, Kami dari Tim Pencari Fakta Pembela Merah Putih (TPF PMP) Kabupaten Pesisir Selatan memohon kepada Kejati Sumbar untuk dapat melakukan penyelidikan dan penyidikkan terhadap 39 orang mantan anggota dewan terhormat tersebut, untuk dapat di seret ke meja hijau dan dijatuhkan hukuman sesuai dengan undang undang yang berlaku.

“Dalam kasus SPPD fiktif ini, kami sudah menyerahkan bukti baru dugaan adanya keterlibatan 39 anggota DPRD Pessel periode 2009-2014 kepada Kejati”  Disamping itu, tembusan permohonan ini juga di sampaikan kepada Kejagung, KPK, Bapak Kapolri, Kapolda, Kejari Painan serta Kapolres Painan.

“Kami berharap pada Kejati agar mengusut kasus ini kembali sampai tuntas Dan kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini ” ujar M Noor.

(Wempy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here