Ketua MUI Jabar Mengecam Keras Aksi Terorisme Di Mesjid Al Noor Dan Linwood Di New Zealand

0
395

Bandung, SERGAPreborn.id –

Aksi terorisme di Mesjid Al Noor dan Linwood kota Christchurch  pada Jumat 15/03 di New Zealand menuai kecaman dari berbagai belahan dunia, Bahkan Indonesia.

Dalam konferensi pers yang digelar Polda Jabar pada Sabtu, 16/03 pukul 10 : 30 wib ketua Mui Jawa barat prof. dr. KH. Rachmat Safei LC MA sangat mengecam keras tindakan terorisme yang merenggut korban nyawa sekitar 49 orang di Mesjid Al Noor dan Linwood di New Zealand tersebut.

Ia menambahkan dan menghimbau kepada seluruh umat di Indonesia, khususnya kepada umat islam agar, masalah ini kita serahkan kepada pihak yang berwenang untuk ditindak lanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku. “Jangan sampai kita sebagai umat dan warga masyarakat terprovokasi atas tindakan yang tidak ber prikemanusian itu, dan dimohon untuk tidak menyebarluaskan lagi video aksi terorisme tersebut.” Imbuhnya.

Hadir pula dalam konferensi pers itu Kapolda Jabar Irjen Agus Budi Maryanto dan Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Jawa Barat Drs. KH. Rafani Ahyar Msi.

Rafani Ahyar menyampaikan belasungkawa yang teramat dalam kepada keluarga korban, “dan kami pun dari keluarga besar FKUB mengecam dan mengutuk keras aksi biadab yang dilakukan kelompok teroris yang menyerang dua masjid sekaligus di kota Christchurch pada Jumat 15/03 yang telah menelan puluhan korban didalamnya.”

Kapolda Jawa Barat Irjen Agus Budi Maryoto pada awal sambutanya menuturkan, “kita sedang sama sama berduka cita atas musibah saudara saudara kita di Selandia baru. Ia menghimbau pula agar semua konten video kekerasan tersebut untuk tidak dishare dan diunggah kembali di media sosial, guna menjaga iklim kondusif di tanah air”. Pungkasnya.

Seperti dikutip dari laman face booknya, Walikota Christchurch Lianne Dalziel pun menyampaikan keprihatinanya dan menyerukan ketenangan pada warga, Jumat 15/03. ” saya tidak pernah percaya bahwa hal seperti ini akan pernah terjadi di kota Christchurch, bahwa ini terjadi di Selandia baru”. Tuturnya

(Korwil/teds)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here