Kelompok Tani Diduga Langgar Peraturan Menteri

0
410

Ciamis, – Sergapreborn.id

Menteri Pertanian telah memberikan aturan yang sudah di tetapkan mengenai Kelompok Tani yaitu
(Permentan) Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No 67 Tahun 2016 Tentang pembinaan
kelembagaan petani No 4 Huruf D.
Pengurus kelompok tani terdiri atas (KSB) Ketua, Serkretaris,Bendahara dan seksi-seksi usaha yang di
miliki dengan syarat sebagai berikut tidak berstatus sebagai aparat TNI/POLRI dan PNS serta pamong
Desa.

Tetapi tidak seperti halnya yang terjadi di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, ada Kelompok Tani Batu Malang dan Kelompok Tani Palasari
didua kedusunan yang di duga ketua kelompok tani yang merangkap Pamong Desa Dusun Sigang yang
di ketua oleh kepala kampung (kadus) Odas dan Dusun Bojong di ketuai kepala Hendar berikut bendaharanya Kasi Ekbang
Desa .

Poto : Kepala kampung (Kadus)
Hendar
Poto : Kepala Kampung (Kadus)
Odos

Kepala kampung (Kadus) Hendar mengatakan kepada sergap saat di komfirmasi terkait bantuan yang telah di gelontorkan
oleh Negara bahwa yang diterima kelompok tani adalah bantuan dari Perhutani (KSDA), “Pungkasnya.

Di tempat terpisah dari KSDA Sari sebagai pendamping program bantuan yang diberikan kepada
kelompok tersebut, sudah Tiga kali mendapatkan bantuan dari mulai 2016, 2017 dan 2018 yang di
antaranya bantuan Ternak Sapi, Kambing dan Motor Roda Tiga jenis VIAR. Maka pada Tahun 2019
akan mendapatkan bantuan lagi entah berupa apa saya belum tahu. “Tuturnya.

di tempat terpisah, diruang kerjanya , kamis (31/01) Lilis Sekdis Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis menyampaikan ke sergapreborn
terkait Pamong Desa merangkap ketua kelompok Tani dengan lantang mengatakan tidak boleh,”
bilamana kalau ada rekan-rekan awak media sebagai kontrol sosial menemukan hal yang serupa
merangkap sebagai ketua Gapoktan laporkan ke saya biar di tindak langsung.”Tegasnya.

(Gunawan/M. Ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here