Jalan Angsana Gunungkelir Pamarican Amblas, Diduga Perencanaan Tidak Matang

0

Ciamis – Sergapreborn

Amblasnya trek jalan Angsana – Gunungkelir Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis – Jawa Barat beberapa hari lalu yang ramai di pemberitaan baik media online maupun media tv, medapat reaksi dari Oyat Nur Ayat Anggota Dewan Periode 2014 – 2019 yang juga mantan ketua komisi 3, dari Praksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Jalan amblas sedalam 1,2 m dan panjang kurang lebih 35 m, terjadi Selasa (01/12/2020) diakibatkan hujan deras menimpa wilayah tersebut, sementara pekerjaan masih dalam tahap pengerjaan oleh pihak rekanan. Hal itu menjadi sorotona Tokoh masyarakat Oyat Nur Ayat , pasalnya kejadian amblasnya jalan tersebut bukan sekali ini saja.

Menurut Oyat, saat ditemui dikediamannya mengatakan, dirinya merasa ragu, amblasnya jalan tersebut hanya disebabkan oleh paktor alam, namun ada dugaan kelalaian dalam perencanaan, Jumat (04/12/2020)

“Kalau melihat dan membaca dari beberapa media yang memberitakan kejadian jalan amblas tersebut, disebutkan bahwa sebelumnya telah dilakukan uji sondir dan boring test, dimaksudkan untuk menganalisa daya dukung tanah dan mengukur kedalaman lapisan tanah keras, yang nantinya akan dijadikan pijakan untuk tiang pancang atau pile” ungkapnya.

“Tapi katanya, menurut Kabid Bina Marga, pengujian sondir itu untuk pemasangan pancang atau pile, pada Anggaran 2021, dengan alasan waktu dimungkinkan tidak cukup. Kan jadinya sangat aneh, jelas-jelas tanah tersebut dibutuhkan pemasangan pancang atau pile untuk menahan terjadinya tanah amblas atau longsor. Ini jelas ada dugaan kecerobohan dan kelalaian perencanaan” kata Oyat.

Masih dikatakan Oyat, merujuk pada perencanaan, maka pembangunan jalan ini masuk katagori gagal perencanaan atau gagal konstruksi, pasalnya, sebelumnya telah dilakukan uji sondir serta boring test, dan diketahui bahwa jalan tersebut diperlukan memakai pancang atau pile, namun pada lelang anggaran 2020 tidak dimasukan.

“Ini jelas adanya dugaan pelanggaran PMPU (peraturan menteri pekerjaan umum) nomor 19/PRT/M/2011 Pasal 44 dan Pasal 56 secara utuh menyebutkan bahwa persyaratan teknis jalan menjadi kewajiban yang harus diperhitungkan. Kalau melihat dari konstruksi jalan yang amblas tersebut, menunjukan adanya perencanaan yang tidak dihitung secara baik pada saat kegiatan ini diusulkan” paparnya

“Ini memberikan bukti, bahwa perencanaan atas pekerjaan ini diduga tidak dilakukan secara matang. Jika gagal perencanaan, maka yang terjadi adalah akan menimbulkan dampak, apalagi proyek ini masih dalam tahapan pembangunan maka menjadi kewajiban bagi kontraktor untuk memperbaiki ulang dengan kata lain uang dibuang secara cuma-cuma” tambahnya.

“Selain itu, amblasnya jalan tersebut berdampak pada keselamatan pengguna jalan, terbukti, pada awal kejadian jalan amblas, telah menimbulkan dua orang pengendara motor mengalami kecelakaan. Harapan saya kejadian ini harus dijadikan cerminan untuk kedepannya, bahwa dalam perencanaan harus diperhitungkan secara matang” pungkasnya. (Moy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here