Indonesia Punya Pos Perbatasan Baru, Jokowi Bisa Sombong Kita

0
388

Otonomi- Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan merupakan agenda strategis prioritas Presiden Joko Widodo dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019. Agar program ini dapat tercapai, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) berupaya keras melakukan pembangunan.

Dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun Partai Hanura ke-10 dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura di Kantor DPP Hanura Jalan Mabes Hankam, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 21 Desember 2016 malam, Presiden Jokowi sempat menyoal program prioritasnya ini.

Jokowi menyampaikan pandangannya tentang kondisi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, di Kalimantan Barat. Menurutnya, pos perbatasan tersebut sudah tidak layak pakai dibandingkan dengan negara tetangga, sehingga ia memerintahkan jajarannya untuk membangun kembali PBLN tersebut.

Diketahui pada Rabu pagi, Presiden Jokowi meresmikan PLBN Entikong yang kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia.

“Saya minta dua kali lipat. Tadi saya lihat, berani sombong kita. Lima kali lebih baik dari sekarang. Tidak percaya? Silakan ke Entikong,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menanggapi berbagai kritikan yang disampaikan beberapa pihak kepada pemerintah akhir-akhir ini. Ia menilai itu bukan kritikan, malah berisi hasutan kebencian yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Orang banyak yang lupa bedanya kritik dan menghina. Mana kritik mana menjelekkan. Orang tak bisa memilah mana kritik mana menghasut, ujaran kebencian, mana kritik mana makar nggak bisa dibedakan. Padahal berbeda jauh sekali,” ucap Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, jangan sampai energi bangsa Indonesia habis untuk mengurus hal itu, sehingga pembangunan menjadi terlupakan. Indonesia adalah negara yang besar harus memiliki strategi yang produktif agar lebih masa depan lebih baik. Salah satunya strategi ekonomi.

Menurut Jokowi, kompetisi antar negara akan semakin sulit, banyak yang harus dibenahi, mulai dari pemberantasan korupsi, inefisiensi birokrasi, dan daya saing dengan negara lain.

“Pertarungan dan kompetisi antara negara makin sengit, ini yang harus kita siapkan,” tegas Jokowi. (Randi Mulyadi/dwq)

PILIHAN EDITOR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here