HMI Sanana Gelar Aksi Desak BK dan Ketua DPRD Selesaikan Kasus FP

0
22

Sula-Sergapreborn

Hipunana Mahasiswa Islama (HMI) Cabang Sanana Kabupaten Kepulauana Sula (Kepsul) Maluku Uatara (Malut) menggelar Aksi Unjukrasa Kamis 13/02/2020 dimana Aksi tersebut mendesak Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Ketua DPRD agar Selesaikan Kasus FP.

Kenapa tidak, FP di duga melakuan penipuan identitas, FP adalah seorang
Non muslim yang mengaku muslim menikah dengan seorang perempuan muslim dari Kecamatan Patani Utara,
Halmahera Tengah (halteng) tapi satatus FP masi di pertanyakan.

Di sampaiakan, Usman Buamona Selaku Ketua Cabang HMI mengatakan, terkait kasus tersebut “kami HMI Cabang Sanana juga telah mendatangi ketua Majelis Ulama Indonesia MUI kepulauan Sula untuk meminta tindaklanjut terkait dugaan kasus tersebut,” Ungkap Usaman.

Usman, juga menjelaskan namun Keterangan dari Ketua MUI bahwa mereka sudah menyurati kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Kepulauan Sula pada tanggal
23 Desember 2019 yang lalu melalui Kabag Umum untuk ditindaklanjuti pada Badan Kehormatan (BK) melalui Ketua DPRD Sunaryo Thes. “namun diduga surat tersebut sengaja didiamkan oleh Sunaryo Thes,” sambungnya.

Lanjut, Usman hingga pada tanggal 7 Februari baru diberikan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Kepulauan Sula. Kesengajaan yang dilakukan Sunaryo Thes merupakan upaya untuk melindungi FP karena sesama kader partai Demokrat.

Olehnya itu, kami HMI Cabang Sanana mengharapkan harus ada tindak tegas dari Badan Kehormatan
(BK) DPRD Kepulauan Sula agar segera menidaklanjuti surat yang telah dilayangkan oleh MUI.

“terkait Dugaan pemalsuan identitas yang dilakukan FP. Jika, hal ini didiamkan oleh Badan Kehormatan (BK), maka bagaimana jadinya lembaga perwakilan rakyat kedepan yang diharapkan mampu
menjawab kegelisahan yang terjadi. Serta kami juga berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan
Pihak Kepolisian untuk menegakkan dan menjalankan aturan setegak-tegaknya dan seadil-adilnya,” Harapanya.

Selain itu Dirinya Berharap persoalan ini, tanpa interfensi pihak tertentu. Sebab persoalan Agama merupakan sesuatu yang sangat sensitif sehingga lahirnya Sara.

“Kami juga meminta kepada Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula untuk bisa menahan diri dan tidak masuk dalam perangkap politik yang coba dimainkan oleh pihak-pihak tertentu karena
hemat kami di HMI Cabang Sanana bahwa masalah ini tidak boleh dihubungkan dengan kepentingan
politik tertentu namun direspon sebagai bagian dari tindakan yang menciderai etika publik,” pintanya.

Sebaliknya dalam merespon juga tidak boleh main hakim sendiri sebab Negara kita adalah Negara hukum.

Maka serahkan kepada lembaga keagamaan yang berkompeten dan pihak penegak hukum
dengan memberikan dukungan penuh agar masalah ini di selesaikan seadil adilnya.

“Kami atas nama HMI Cabang Sanana, dengan ini sangat menyayangkan sikap dan tindakan beberapa
oknum Nasrani yang ada di kepulauan Sula, yang telah mencederai nilai-nilai agama kami ummat Islam, salah satu diantaranya adalah FP yang telah melakukan,” Tambanya Usman.

(Jm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here