Heboh Pemborong Nakal Diduga Pelaksanaan Proyek Tidak Sesuai Bestek

0
180
PPTK"HERU" DAN PLTEK "YUYU" SAAT MENUNJUKAN GAMBAR RENCANA KEPADA WARTAWAN DI LOKASI PROYEK

Tasikmalaya – Sergapreborn

Proyek rehabilitasi jaringan Irigasi Padengklok blok Mancagar, Sambong Pari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya melalui Dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) senilai Rp.197.514.000,00,- (Seratus sembilan puluh tujuh juta lima ratus empat belas ribu rupiah),yang dikerjakan atas nama “Cv.Mutiara Anugrah” diduga kuat pelaksanaan nya tidak sesuai gambar rencana.

POTO : NAMPAK PISIK BANGUNAN HASIL PENGERJAAN BERBEDA DENGAN GAMBAR RENCANA

Dari hasil temuan di lokasi proyek tersebut saat pelaksanaan pekerjaan pada pasangan tembok terlihat tidak ada galian pondasi sama sekali hingga kualitas nya di ragukan dan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

PPTK”HERU” DAN PLTEK “YUYU” SAAT MENUNJUKAN GAMBAR RENCANA KEPADA WARTAWAN DI LOKASI PROYEK

Saat Pejabat pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) “Heru”, dan Pelaksana teknis kegiatan (PLTEK) “Yuyu” dari PUPR. sidak kelapangan juga di saksikan beberapa orang wartawan dari
Media Sergapreborn, Tasik zone, Media Tindak, Warta polisi, Reaksi Nusantara dan Koran Metro, Sergap diketahui hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan gambar rencana, hingga diduga terjadi adanya pengurangan volume pada pekerjaan tembok pasangan, berdasarkan keterangan gambar rencana untuk galian dan pasangan pondasi ditetapkan dalam gambar kedalaman nya 20 cm, sementara pada pelaksanaannya sama sekali terlihat tidak ada galian pondasi.

Saat “SERGAP” mempertanyakan tentang tidak terpasangnya pasangan pondasi ke PPTK “Heru” di lokasi proyek menjawab,
pasangan tembok bagian pondasi yang tidak terpasang akan di lakukan pengalihan volume ke panjang, sesuai dengan hitungan volume berdasarkan rencana anggaran belanja (RAB). Meski menurut gambar untuk pasangan pondasi kedalaman 20 cm tapi menurut nya bisa di sesuaikan dengan RAB mengacu pada hitungan volume nya, sementara menurut PLTEK “Yuyu” slof kaki pondasi bila tidak ada 20 Cm itu merupakan kesalahan kontraktor, seharusnya tanah itu di sengket buat lantai biar naik semua, sementara pekerjaan proyek tersebut sudah berjalan hampir 1 minggu lebih.

Beberapa Wartawan yang terdiri dari 6 Media menjelaskan, saat menemui pihak pemborong “Apep” guna di konfirmasi, malah memberikan uang Rp.300.000,00, namun uang itu tidak diterima, selanjutnya “Apep” menawarkan kembali uang sebesar Rp.2000.000,00, pihak wartawan tetap tidak mau menerimanya.
“Jangankan uang senilai itu, uang sebesar Rp.7000.000,00 hingga Rp10.000.000,00 pun kami punya dan ini dibawa dalam tas, kami hanya sebatas menjalankan pungsi kontrol sebagai jurnalis,bukan bertujuan meminta uang” ujar mereka.

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here