Festival Guru Milenial di Lima Puluh Kota,” Guru di Pungli”

0
488

Tanjung Pati – Sergapreborn.id

Setidaknya ribuan guru ( PNS ) yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota, ditenggarai telah di pungli, senilai Rp.150 ribu/ orang guna mengikuti Festival Guru Milenial, Rabu, 1/5 bertempat di Aula Politani Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota.

Dituduhkan Pungli atau pemalakan ala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, yang dikepalai Indrawati Munir yang bekerjasama dengan Ivent Organizer ( I O ), INews TV, sebuah stasiun TV swasta nasional, dalam rangka meriahkan Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ), yang tiap tahun diperingati tangal 2 Mei itu, dikemas sebuah kegiatan yang dilabel ” Festival Guru Milenial”.

Agaknya kemasan kegiatan Festival Guru Milenial tersebut, diduga ” Akal- akalan” Dinas Pendidikan dan Ivent Organizer, untuk lakukan kegiatan dalam rangka meriahkan Hardiknas 2019, lakukan Pungli kepada 4000 guru, karena tidak terangkum dalam DIPA tahun 2019.

Seperti yang dipaparkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati Munir, kepada awak media melalui konfirmasi via WhatshApp. ” Dalam rangka Hardiknas, yang mengadakan kegiatan Festival Guru Milenial tersebut adalah INews TV. Sedangkan kita Disdikbud hanya menfasilitasi”, ungkap Indrawati Munir.

Dikatakan Kadisdik, adapun peserta boleh siapapun guru. Tujuannya untuk meningkatkan kompetesi guru dalam pengembangan keprofesionalan berkelanjutan sesuai Permendikbud No.33 Tahun 2018. Terkait anggaran, mungkin bisa langsung tanya ke Pelaksananya, yakni Pak Rinal No Hp..08522821679, karena kita tidak mengetahui, “Tandasnya.

Menurut sumber terpercaya kepada awak media,” mengatakan kita sangat mempertanyakan kebijakan Dinas Pendidikan Kebudayaan, tentang tujuan dari Festival Guru Milenial, jika dikaitkan meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan keprofesionalan berkelanjutan sesuai Permendikbud No.33 Tahun 2018, kenapa ada penekanan kepada guru wajib membayar Rp. 150 / orang x 4000 = terkumpul yang senilai Rp.600 juta, “tanya sumber.

Padahal, Statemen Kadisdik, Indrawati Munir bertentangan dengan Permendikbud No.33 Tahun 2018, isinya hanya mengatur tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Penyaluran Tunjangan Guru (TPG), Juknis Penyaluran Tunjangan Khusus, serta Juknis Penyaluran Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah Tahun 2018- 2019, tandas sumber kebijakan tersebut tentunya berpotensi pidana pungutan liar.

Ironis, berdasarkan pengakuan beberapa guru yang berhasil dikorek informasinya, tidak kurang 4000 guru di Limapuluh Kota, konon dikoordinir Pengawas Dinas Pendidikan di 13 Kecamatan, mewajibkan seluruh guru harus terlibat menyetor dana senilai Rp.150 ribu per orang.

Kadisdikbud juga menjawab, “Jumlah pasti yang hadir pihaknya kurang jelas. Nanti IO nya yang lebih tau. Kalau membayar yang saya tau memang Rp.150 ribu. Tapi gak wajib sepengetahuan kita. Mungkin saya nggak tau diluar sana namun nanti kita cari tau”, ujar Kadis berkilah.

(Yusra Y )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here