Dua finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2019 Berasal Dari SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye

0
54

Aceh utara – Sergapreborn

Dua karya terbaik siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye dinyatakan masuk sebagai finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2019. Kedua karya yang lolos ini terbagi dalam dua bidang yaitu Matematika Sains dan Teknologi (MTS) dan Ilmu Sosial dan Humaniora. Karya ini sekaligus menjadikan satu – satunya sekolah di Kabupaten Aceh Utara yang mampu
Aceh utara–Dua karya terbaik siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye dinyatakan masuk sebagai finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2019. Kedua karya yang lolos ini terbagi dalam dua bidang yaitu Matematika Sains dan Teknologi (MTS) dan Ilmu Sosial dan Humaniora. Karya ini sekaligus menjadikan satu – satunya sekolah di Kabupaten Aceh Utara yang mampu lolos sampai ke babak final.
“Se-Aceh Utara yang lolos ke final hanya dua kelompok, keduanya berasal dari sekolah yang sama yaitu SMAN 1 Tanah Jambo Aye. Sekolah ini mengirimkan tujuh karya,” ujar Mawardi, Kepala SMAN 1 Tanah Jambo Aye. Ditambahkan Mawardi, pihaknya patut berbangga karena sekolahnya telah mampu bersaing dengan sekolah menengah atas favorit di Aceh. Bahkan. Mawardi juga berterimakasih kepada pembimbing utama KIR Aceh Utara yaitu Qusthalani. Ini merupakan tahun ketiga sekolah yang dibimbingnya ini telah membawa nama harum sampai ke tingkat nasional.
Ditemui secara terpisah melalui telpon Qusthalani tidak menapik informasi tersebut.
“Sekolah yang saya bina ada sekitar delapan sekolah jenjang SMA di Kabupaten Aceh Utara, dan setiap tahunnya ada yang mewakili ke Nasional.”. Wakil ketua I Forum Pembina KIR Nasional ini juga menyebutkan pembinaan KIR telah dilakukan semenjak tahun 2014. Pernah mendapatkan medali perak dan juga perunggu, malah pernah sampai ke tingkat internasional.
Dua karya siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye yang lolos adalah Gasiang: Energi Biogas Terbaru dari Tanaman Mensiang yang efektif dan ramah lingkungan, penelitian ini dibuat oleh Nawfal Ibrab dan Eva Vidella. Sedangkan pada bidang sosial dan humaniora berjudul Tradisi Eumpang Gampet diteliti oleh Nurfadhillah dan Havizul Husna.

Qusthalani, menambahkan, ciri khas karya anak bimbingannya adalah pengolahan ilalang menjadi energi terbarukan, sedangkan untuk ISH memiliki khas adat daerah. Dengan keunikan tersebut, dirinya sangat yakin mereka akan mampu membawa medali di babak final pada 14 – 19 Oktober 2019 di Surakarta. “Saya targetnya dua karya masuk 3 besar nasional,” imbuhnya.

(Muhammad Nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here