Di Kota Banjar Penjualan Abate Terkesan Memaksa, Warga Resah

0
451

Poto Ilustrasi :

Di Kota Banjar Penjualan Abate Terkesan Memaksa, Warga Resah

BANJAR-KORAN,SERGAP
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Dr. H Oman Rokhman menghimbau kepada masyarakat yang merasa dipaksa atau diperas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membeli Abate sebagai pembasmi jentik nyamuk dapat melapor kepada pihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian.

Karena, selama ini Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Kesehatan sama sekali
tidak pernah mempunyai program pembagian Abate secara paksa dan harus dibayar oleh masyarakat. “Kami sudah mendengar adanya penjualan Abate kepada masyarakat, bukan hanya abate yang dijual paksa kepada masyarakat, penyemprotan fogging pun dijual belikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hanya saja, siapa pelakunya belum kami ketahui.

Karena itu, kepada masyarakat yang kedatangan tamu dengan maksud menjual abate secara paksa dapat mengintrogasi orangnya dan langsung laporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib, agar dapat dikenakan sangksi sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Oman, Kamis (27/4/2017).

Menurutnya, selama ini Dinas Kesehatan Kota Banjar tidak pernah memperjual belikan Abate, apalagi sampai dengan saat ini stok Abate masih banyak, dan pastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kepada masyarakat yang membutuhkan silakan minta langsung ke
Puskesmas terdekat,” tegasnya. Lebih jauh Oman mengatakan, pada awalnya Dinas
Kesehatan merasa terbantu karena ada pihak lain yang mengedarkan Abate ditengah masyarakat, akan tetapi ketika berkembang kabar bahwa oknum tersebut memaksa warga untuk membeli dengan dalih program dari Dinas Kesehatan Kota Banjar, tentu pihaknya merasa sangat
dirugikan, karena tidak pernah merasa mengeluarkan izin kepada siapapun untuk menjual Abate secara bebas dimasyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan dilapangan khususnya di Kecamatan Banjar, sebenarnya juga menimpa warga-warga Banjar lainnya, dimana atas ketidaktahuan masyarakat akan program Dinas Kesehatan, sehingga banyak masyarakat dengan terpaksa membeli Abate dari penjual yang mengatasnamakan program dari Dinas Kesehatan.

“Tiga hari kebelakang, saya didatangi 5 orang tak dikenal dengan mengaku dari Dinas Kesehatan dengan tujuan untuk menawarkan Abate buat kebutuhan sumur dan bak air, harga abate yang ditawarkannya pun sangatlah tinggi yakni 60 ribu untuk 20 bungkus abatenya buat kebutuhan enam bulan kedepan,” ujar Ny. Ina Agustina warga Ling Banjarkolot Kec./Kota. Banjar.

Penawaran abatenya pun dijelaskan Ny. Ina terkesan memaksa. “Ya memang memaksa, pasalnya saat saya hendak mau membeli satu bungkus saja, petugasnya bilang tidak bisa.

Paling sedikit saya harus membeli lima bungkus dengan harga 15 ribu rupiah, itu pun untuk pemakaian dua bulan saja,” Ujar Ny. Ina mengutip kembali perkataan petugas.

(Risal Nurdiansyah Sekred Sergap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here