Di Desa Cigunung , “Program Kampung Sehat, Ada”

0
46

Tasikmalaya – Sergapreborn

Dalam rangka pelaksanaan penilaian kesehatan tingkat kedusunan Desa cigunung kabupaten Tasikmalaya propinsi Jawa barat di laksanakan di Desa cigunung rt.03 rw.04 berjalan dengan lancar.

Di awali dengan pembukaan ayat suci Al-Quran oleh ustad UU Saepulloh dan di lanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya pelaksanaan deklarasi copid 19 di wakili oleh beberapa unsur perangkat Desa,BPD, MUI tp pkk karang taruna dan patriot Desa untuk pelaksanaan penilaian kampung sehat.

Dalam sambutannya kepala Desa kostama dengan adanya program kampung sehat ini bertujuan untuk berpola hidup sehat sesuai yang diinginkannya dan turut serta apa yang di anjurkan oleh pemerintahan adapun protokol kesehatan yang di sampaikan Alhamdulillah mampu kita terapkan sesuai harapan Dengan adanya kampung sehat ini semoga Alloh subhanahuwata’alla segera mengangkat wabah penyakit copid 19 ini atau yang di bilang virus Corona.

Kepolisian sektor Parung ponteng polres kabupaten Tasikmalaya propinsi Jawa barat Aiptu Sunarto menyampaikan,” himbauan sebelumnya di dalam pelaksanaan penilaian kampung sehat tingkat kecamatan ini Alhamdulillah sudah mengikuti protokol kesehatan di mana sebelumnya para peserta para tamu undangan dan masyarakat di wajibkan memakai masker.cuci tangan atau head sanitizer jaga jarak dan berkerumunan adalah upaya upaya kita guna untuk memutus mata rantai penyebaran copid 19 atau virus Corona.

Penyerahan cendramata di berikan camat Muhamad  Fauzi kepada BPD. Polsek Parung ponteng Aiptu Sunarto kepada MUI Dampos ramil nasuha kepada Eric penyerahan kepada Desa oleh ibu kades dan penyerahan UPT kesehatan oleh E.sukmanah.

Guna melestarikan lingkungan hidup dan kehidupan ekonomi masyarakat Desa cigunung di berikan pembagian bibit pohon picung klewek sebanyak 300 batang pohon beserta pembagian masker oleh sekertaris desa Jajang kepada saudara Yanto.

Camat Muhamad Fauzi menyampaikan di dalam pelaksanaan penilaian kampung sehat ini ada yang unik ya itu sate guranil yang mana biasanya kalau sate itu di bikin dari pada daging ini yang di temukan adalah dari bahan ketela atau singkong yang di tusuk mungkin bisa jadi melestarikan budaya nenek moyang hingga kini masih di berdayakan peningkatan UMKM terus di tingkatkan meminimalisir demi kelancaran paktor ekonomi masyarakat.

(Iwan Gunawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here