Di Ciamis, Sekolah Secara Tatap Muka Batal Dilaksanakan

0

CIAMIS | SERGAPreborn | Sekolah secara tatap muka yang sebelumnya direncanakan akan dilaksanakan pada awal bulan Januari, gagal setelah adanya instruksi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hari Jumat (08/01/2021), tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional yang diberlakukan dari tanggal 11 sampai 25 Januar 2021 di Jawa Barat, berdampak pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka semester genap tahun pelajaran 2020/2021di Kabupaten Ciamis batal dilaksanakan.

PLT Kadis Pendidikan Kabupaten Ciamis Dr. Asep Saeful Rahmat, S.IP., M.Si. Saat ditemui diruangan kerjanya mengatakan bawha ditundanya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka atas dasar dari Instruksi Kemendagri no 1 tahun 2020, tentang pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan corona virus disease 2019 dilingkukan pemerintahan daerah. Senin (11/01/2021)

“Semua dasarnya karena adanya Instruksi Kemendagri no 1 tahun 2020, yang kemudian disusul dengan Instruksi Gubernur Jawa Barat dan dilanjut Instruksi Bupati Ciamis tentang Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Ciamis, maka dengan berat hati kami batalkan dulu kegiatan belajar mengajar secara tatap muka,” ungkapnya

“Namun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun akademik semester genap tahu 2021 di Kabupaten Ciamis tetap akan dilaksanakan melalui jarak jauh secara daring dan luring yang akan dilaksanakan dari tanggal 11 sampai 25 Januar 2021, semoga saja setelah tanggal 25, kodisinya sudah kembali normal dan kegiatan belajar secara tatap muka bisa dilaksanakan” imbuh Asep.

Asep menambahkan, yang dimaksud dengan pembelajaran daring yaitu, pembelajaran melalui jaringan, baik melalui pesan Whatapp atau aplikasi lainnya yang bisa menunjang pembelajaran jarak jauh.

“Sementara untuk luring konotosasinya jangan disamakan dengan mobile teacher, tetapi luring pembelajarannya bisa melalui televisi, siaran radio, atau melalui modul. Namu apabila ada murid yang merasa kesulitan jaringan, maka pembelajaran dapat melalii home visit, selama tidak bertentangan dengan kebijakan pencegahan Covid-19,” terangnya.

” Di dinas pendidikan sendiri, para pegawai tidak semuanya melaksanakan tugas di kantor. Kami atur, sebanyak 75% bekerja secara WFH (work from home), kecuali pegawai Disdik yang diperlukan dalam pelayanan maka mereka kami masukan dalam jadwal kantor,” pungkasnya. (Cemoy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here