BBWS Citanduy Harus Bertanggungjawab Ķerugian Warga Puluhan Juta, Lahan dan Pohon Habis Di Bantai Proyek Penyodetan Sungai Cemeneng

0
243

CILACAP – Sergapreborn

salah satu warga yang dirugikan

-Penyodetan Sungai Cimeneng Citinggil yang berada di Desa Karang Anyar Kecamatan Kelaces kabupaten Cilacap. “Diduga proyek siluman, tampa papan impormasi anggarannya berapa Volume nya berapa dan dari mana sumber nya semua tidak jelas.

Menurut impormasi Proyek tersebut dari BBWS Citanduy. Karena proyek berada di pelosok tampa ada pengawasan ekstra dari pihak dinas terkait. Akibatnya warga Desa Karang Anyar dirugikan, puluhan juta dan penyodetan Sungai Cimeneng melebihi batas Sungai dan garapan lahan warga.

Akibatnya tidak ada kordinasi dengan warga yang lahannya di rusak pihak BBWS ke 3 (tiga) warga yang di rugikan akan menuntut pihak BBWS untuk mengganti kerugian. Ini yang di babad habis pihak BBWS salahsatunya tanaman warberupa, pohon pisang 200 batang, pohon kelapa 20 pohon, Albasiah 20 pohon serta kerusakan lahan sekitar 300 bata ini lahan milik Sutejo. Akibat kerusakan lahan di sebabkan ada Eskafator amblas.

Subur orang ke 2 (dua) warga yang di rugikan pihak BBWS salahsatunya 200 (dua ratus) pohon pisang, 15 (lima belas) pohon kelapa dan genteng soka 500 (lima ratus) biji habis di lindas Eskafator.

Udrus orang ke 3 (tiga) yang sama di rugikan pihak BBWS, salahsatunya 150 (sertus lima puluh) pohon pisang 20 (dua puluh) pohon ķelapa.

Ketiga warga yang di rugikan menuntut pihak BBWS bisa ganti rugi, dan sidak kelokasi jangan duduk manis terima laporan dan suap dari pihak pelaksana. Tapi tinjau ķelapangan proyek yang di kerjakan acak kadut seperti apa yang di lakukan pekerja membukrak bakrekkan lahan kami ucap Sutejo.

Menurut Subur, Kampung Laut Rt 003/002
kami sebatas masyarakat kecil dan kejadian lahan-lahan kami di tebas habis tampa ada komfirmasi, maen solonong boy sampai lahan, pohon-pohon yang kami rawat puluhan tahun habis di sapu bersih pihak BBWS Citanduy.

Kejadian tersebut kami sudah laporkan pihak kepala Desa dan Kadus tapi kadus tidak ada respon begitu pula Kades. Mereka itu yang seharus nya membela masyarakat nya ini malahan seolah membela pihak BBWS apakah ini sudah ada kongkalingkong antara BBWS dan pihak Desa, dikatakan di rumah Sutejo Rabu 25/9/2019.

Sutejo mengatakan saat tim sergaprebrn.id di bawa kelapangan penyodetan Sungai Cimeneng sambil menunjukan lahan yang sudah amburadul dan pohon yang sudah di tebangan pihak BBWS. Sutejo menyesalkan dengan kejadian ini tidak ada kordinasi pihak BBWS sama kami yang mengelolah lahan pertanian ini puluhan tahun padahal
Proyek penyodetan hanya di butuhkan lebar 20 M X P 1200 M tapi ini sampai bisa merusak lahan-lahan dan tanaman, kami pun tidak menghalangi pembangunan di Desa Karang Anyar sampai dari bantaran sungai mencapai 70 M kelahan Warga. Menurutnya ya minimal kordinasi jangan sampai adanya proyek warga sampai di rugikan. Kami mohon kebijakan pihak BBWS untuk mengganti rugi tanaman kami yang sudah di rusak.

Dilahan Sutejo pun terlihat Eskafator yang amblas akibat menerobos lahan warga yang di rusak karena tidak tau medan terperosoklah Eskafator sampai berita ini di terbitkan ke publik Eskafator masih amblas hampir terkubur tanah.

Di tempat terpisah sekdes Desa Karang Anyar Gunawan saat di minta tanggapan di ruang kantornya Rabu 25/9/2019. Menjelaskan kami belum tau lokasi kami kan tindaklanjut melihat langsung kelapangan sejauh mana keluhan fari warga kami dan mohon maap kami tidak bisa menjelaskan dengan detail karena yang lebih tau pa Kades yang kami tau bataran sungai Cimeneng dulunya 60 M milik Procit karena itu perbatasan lahan procit sama warga kemungkinan warga karena tadinya ada pendangkalan sungai ahirnya warga tanamin pohon-pohon disitulah warga menggap lahan garapan nya padahal ada surat perjanjian penggarap sama Desa dan peraturan desa harus di tempuh ucapnya.

(Budi Setiawan melaporkan )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here