Bantahan Kasek Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana DAK

0
79

Subang—sergapreborn

Diberitakan Sebelumnya oleh Media,Kamis (25/07/2019) Menyoal laporan kepada media bahwa Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jabar sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Jawa Barat melaporkan dugaan penyalahgunaan dana alokasi khusus (DAK) pada pelaksanaan proyek bidang pendidikan Sekolah Dasar Negri Sukajaya Desa Muara,Kec.Blanakan ,Kab. Subang,Kamis (25/07/2019)

Sementara itu,
Kasek Eti Rohaeti dan ketua peanitia pembangunan sekolah/TP2 D SD, Ustad Salim mengungkapkan,Senin (29/07/2019) bahwa rehabilitasi bangunan SDN Sukajaya, Blanakan menyembunyikan papan informasi proyek itu tidak benar adanya.Karena awalnya papan informasi sudah dipasang dengan nilai rencana anggaran biaya 6 lokal ruangan sejumlah Rp. 620 juta-,”tegasnya

“Memang ada anggaran Rp.620 juta untuk rehabilitasi sekolah, tapi bukan berarti papan informasi proyek disembunyikan Namun, karena dipasang di pohon kemudian pohon di tebang akhirnya diamankan oleh pihak pekerja papan proyek tersebut kemudian sekarang sudah dipasang kembali,”katanya

Dia mengatakan, bahwa laporan masyarakat kepada media terkait tidak berfungsinya panitia pembangunan sekolah terlebih ada persoalan di tim panitia itu juga tidak sesuai dengan fakta yang ada ,Pihaknya bersama panitia pembangunan SDN Sukajaya selalu aktif menjalin komunikasi terlebih mengenai pengeluaran keuangan untuk kebutuhan proyek juga ada bendahara khusus yang ditugaskan oleh panitia pembangunan sekolah ini.

Jadi, kami tegaskan bahwa
rehabilitasi 6 ruang sekolah itu sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang tercantum dalam papan informasi. pihaknya juga hati-hati dalam menggunakan anggaran karena tidak ingin terjadi di kemudian hari berkenaan hal-hal yang tidak diinginkan.seperti, menyalahi aturan juklak dan juknis yang diatur oleh kemendiknas.

Menurut Salim bahwa, bangunan beserta materialnya sudah dirapatkan bersama panitia dan ada juga konsultan yang memberikan pengarahan serta bimbingan.

Pihaknya dengan alokasi dana 620 juta yang telah dianggarkan tersebut bisa dikatakan sudah sesuai dengan RAB rehabilitasi 6 lokal yang ditentukan oleh pemerintah dalam hal ini melalui Dinas pendidikan memberikan pengawasan ketat dalam laporan pertanggung jawaban (LPJ) dari panitia pembangunan SD negeri Sukajaya.

Kemudian, Kasek SD Negri Sukajaya Eti Rohaeti menjelaskan,menyoal pembangunan rehabilitasi sekolah yang diklaim masyarakat ada bangunan 7 lokal itu tidak sesuai alokasi anggaran tudingan miring itu jelas salah alamat.

Kasek Menambahkan,memang beberapa waktu yang lalu ada LSM Pemuda LIRA menanyakan papan informasi proyek terlebih saya perlihatkan langsung kepada yang bersangkutan karena pada waktu itu ruangan kantor masih dalam perbaikan akhirnya informasi yang diberikan belum seutuhnya karena proses sedang berjalan dan saya masih sibuk untuk ke dinas. karena dari LSM ingin konfirmasi lebih detail terkait pembangunan sekolah sehingga pihak sekolah belum bisa menyampaikan secara detail karena proyek belum selesai,”imbuhnya

Kasek beserta ketua panitia berharap kepada Ormas atau LSM maupun wartawan ketika ada informasi yang belum jelas dari masyarakat sebaiknya langsung konfirmasi kepada ketua panitia pelaksana selaku penanggung jawab proyek karena yang lebih tahu mengenai proyek pembangunan rehabilitasi sekolah itu ketua pelaksana beserta anggota panitia,” paparnya
Pihaknya menjelaskan bahwa kepala sekolah juga punya kesibukan diluar sekolah untuk mengurus kepentingan sekolah agar pelaksanaan pembangunan rehabilitasi berjalan lancar.Sehingga bangunan cepat selesai dan peserta didik dapat langsung menempati ruang kegiatan belajar&mengajar (KBM) agar berjalan proses kegiatan belajar mengajar berjalan sukses,”ungkapnya kepada media.

(Eka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here