BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DPP MANGGALA GARUDA PUTIH MENGISI RUANG RELAWAN

0
72

Bandubg – Sergapreborn


(22 Februari 2020)

Lantai 3 Gedung Rumah Zakat Jl. Turangga Bandung pada hari Sabtu 22-02-2020 menjadi media ruang kebersamaan pada acara yang diprakarsai berbagai unsur, salah satunya Rumah Zakat Action dan DT Peduli digawangi narasumber pesohor Abah Soma dan Kang Bayu sebagai founder dari Sekolah Relawan.

Tak kurang dari 20 latar belakang relawan yang berbeda-beda, terlihat harmonis dan antusias mengikuti paparan bertajuk “BERBAGI RUANG DALAM KERELAWANAN”. Abah Soma berkenan memberikan pengalamannya dalam kebencanaan yang menurutnya era “colonial” hingga saat ini sudah berubah era “milenial”, seru dan sangat inspiratif kisah-kisah yang disampaikan dengan cara yang jika mengutip gaya komunikasi milenial dapat dikatakan “CARA SANTUY” namun berbobot dan penuh harapan agar relawan di era milenial ini tetap memiliki Kecerdasan serta Empati dalam bersikap.

Kang Bayu Gawtama juga memberikan penjelasan yang holistic mengenai relawan milenial. Pengalaman juga tak ragu diberikan Kang Bayu yang telah memiliki mencetak kurang lebih 1700 relawan Tangguh dari Sekolah Relawan yang dirintisnya itu.

Saat sesi tanya jawab dan sharing, Kang Cakra menyampaikan bahwa pihaknya sedang membentuk 2000 relawan se Jawa Barat. Dalam hal ini menyadari bahwa kemampuan dan/atau kompetensi dalam Tanggap Darurat masih jauh dari sempurna, namun Kang Cakra bangga dalam proses pembentukan relawan ini, ada banyak yang mulai dengan berbekal “Rasa Ingin” sekedar berkontribusi dalam kebencanaan. Rasa Ingin itu sudah merupakan modal untuk kemudian bisa ditingkatkan kapasitas kemampuan dari relawan yang dibentuk. Hal ini disambut baik oleh Abah Soma yang teringat pertama kali terjun dalam kebencanaan hanya bermodalkan “bensin motor” untuk datang ke lokasi bencana. Beliau menyampaikan apresiasi kepada Kang Cakra dan Kang Rezal Walyan yang telah menginisiasi kolaborasi relawan Lintas Ormas dan atau LSM di Jawa Barat.

Kang Rezal Walyan menyampaikan bahwa sesuai apa yang disampaikan Abah Soma, tidak lebih dari 5% tingkat keberhasilan “bala bantuan” tanggap darurat, jika berkaca pada Gempa di Kobe Jepang. Artinya ada kurang lebih 95% korban selamat oleh karena mengerti cara siap siaga, di tolong keluarga dan ditolong oleh tetangga. Oleh karenanya Kang Rezal mengajak teman-teman di Tanggap Darurat untuk bisa bersama-sama mendorong masyarakat mengerti apa fase Mitigasi dan Kesiapsiagaan itu. Kang Rezal juga berharap teknik komunikasi dalam sosialiasi, penyuluhan dan atau pelatihan kepada masyarakat dibuat dengan cara yang cocok dengan target tipe masyarakatnya, jika dengan kaum milenial, gunakan Bahasa-bahasa yang “trendi” saat ini, sebaliknya jika dengan masyarakat di pelosok wilayah Jawa Barat menggunakan pendekatan BUDAYA dan BAHASA yang tepat.

Kang Bayu langsung menanggapi dari stage/panggung, setuju dan ingin berkolaborasi dalam program mitigasi dan kesiapsiagaan barbasis masyarakat ini. Kang Bayu dan Kang Rezal di depan “berikrar” kolaborasi sekaligus Selfie berdua di stage dan dilanjutkan oleh “ikrar” kolaborasi Kang Bayu dan Kang Cakra yang disaksikan Abah Soma. Semoga menjadi kebermanfaatan buat orang banyak. Mari kita doakan.

(Mulyani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here