ARM Resmi Laporkan Mantan Bupati Tasikmalaya ke KPK

0
60

Kab Tasikmalaya – sergapreborn

Sebagaimana berita hangat yang mencuat sebelumnya, Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) akan melakukan aksi unjuk rasa ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus melaporkan temuannya terkait keterlibatan mantan Bupati Tasikmalaya (H.Uu Ruzhanul Ulum,SE) atas dugaan keterlibatannya beberapa kasus korupsi di kabupaten Tasikmalaya sewaktu menjabat Bupati.

Namun di sela kegiatannya Ketua umum ARM “Furqon Mujahid Bangun” yang didampingi oleh sekretaris jenderal (Sekjen) ARM “Edward Panjaitan” dalam kesempatan nya kepada Wartawan terkait hal tersebut, menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan dari media massa,maupun kepada para penggiat anti korupsi bahwa kegiatan aksi unjuk rasa ke gedung KPK pada hari ini ditunda, dan mohon dicatat ya, ditunda bukan berarti dibatalkan,tambah Sekjen ARM menggaris bawahi pernyataan ketua umum ARM tersebut,jelasnya.

Penundaan aksi unjuk rasa ARM ke gedung KPK yang seharusnya dilaksanakan pada hari ini kamis (11/07) semata-mata hanya karena ada sedikit masalah gangguan teknis hal perijinan saja. Walau pun masa aksi sudah sampai di sekitar gedung KPK, tapi atas saran dan masukan dari beberapa tokoh penggiat anti korupsi nasional agar aksi pada hari ini lebih baik ditunda dulu hingga segala sesuatunya beres sesuai peraturan dan mekanisme yang telah menjadi kewajiban seluruh rakyat Indonesia, ungkap sekretaris ARM Edward dalam menyikapi pertanyaan awak media tentang alasan penundaan aksi unjuk rasa menurut pernyataan keduanya saat di tempat Lobby salah satu hotel sekitar gedung KPK.

Lebih jauh lanjut ketua umum ARM yang didampingi oleh Sekjen ARM menyampaikan, Kami akan tetap menyerahkan laporan resmi ke KPK pada hari ini yang ditunda itu,hanya aksi unjuk rasanya saja yang ditunda, tapi kalau untuk pelaporannya tetap akan kami lakukan pada hari ini “Ujarnya.

Sekjen ARM “Edward” menyampaikan prihal yang dimaksud ada beberapa bundel berkas pelaporan yang akan kami serahkan ke KPK pada hari ini diantaranya,yaitu bundel berkas pelaporan terkait fakta persidangan kasus bansos 2016-2017, yang mana hal itu kami selipkan juga dengan data sebagai penguat pelaporan yang kami miliki terkait kasus tersebut, perlu kami sampaikan juga dalam bundel ini kami sertakan dugaan kasus Bansos sebelumnya yaitu masalah Yayasan Ar-Rauzhan yang berlokasi di manonjaya Tasikmalaya.
Bundel kedua yaitu terkait masalah dugaan keterlibatan mantan Bupati Tasikmalaya terhadap kasus korupsi proyek jalan dan jembatan Cisinga (Ciawi- Singaparna), selanjutnya kasus dugaan penyimpangan anggaran serta penyalahgunaan jabatan pada dinas Kesehatan kabupaten Tasikmalaya yang diduga merugikan keuangan Negara yang cukup besar. Sementara untuk bundel yang lainnya yaitu bundel ketiga berisi data pelaporan kami terkait dugaan keterlibatan mantan Bupati Tasikmalaya atas kasus proyek pengadaan mebeuler lengkap dengan kronologi kejadian hingga pernyataan dari Alm.Jamaludin semasa hidupnya yang ketika itu diminta untuk pasang badan serta menutupi keterlibatan dari mantan Bupati Tasikmalaya.
Untuk bundel yang selanjutnya adalah bundel yang berisikan dugaan keterlibatan mantan Bupati Tasikmalaya atas dugaan penyalahgunaan wewenang yang mengarah pada adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan kenderaan dinas/operasional Desa se kabupaten Tasikmalaya, satu lagi dan yang terakhir ini adalah tentang rekening siluman di salah satu bank di Tasikmalaya,ungkap Edward yang di aminkan oleh ketua umum ARM disela acara kegiatan tersebut.

kami mohon maaf atas penundaan aksi unjuk rasa pada hari ini, hanya karena terkait masalah perijinan saja tidak lebih dari itu jelas sekjen ARM. Sekali lagi mohon dicatat ya, ini hanya ditunda bukan dibatalkan seluruhnya, namun kami akan tetap memasukkan pelaporan kami pada hari ini terkait mantan Bupati Tasikmalaya dimaksud, tambah “Edward” Sekjen ARM sebelum menutup siaran acaranya bertempat di Lobby salah satu hotel di bilangan Bandung.

wie/Adher)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here