Akibat “Proyek Hotmix Habis Kontrak Diduga Tidak Ada Pengajukan Adendum CV Giri Mukti Tidak Propesional”

0
65

Pangandaran – sergapreborn.id

Proyek hotmix Jalan Jurusan Mangunjaya Sindanghayu Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya kabupaten Pangandaran dengan nomor kontrak 620/241/SP/DPUTRPRKP2 tanggal pelaksanaan 13 Agustus 2019 jenis pekerjaan peningkatan jalan sindanghayu Mangunjaya (Lanjutan) yang di lakaksanakan CV Giri Mukti dengan pagu anggaran Rp. 1.712.127.000
Sumber dana APBD Kabupaten Pangandaran yang di laksanakan 90 hari kalender tahun 2019 yang baru selesai di kerjakan Selasa 29 oktober 2019 menuai polemik terlihat di papan impormasi tidak di cantumkan Volume Panjang, Lebar, Tinggi dan jatuh tempo kontrakpun habis tanggal 10 oktober.

Kabid binamarga Ade kiswaya saat di komfirmasi lewat WhsApp pribadinya menjelaskan terkait volume P.2490 x L.4.M x T.5.Cm dan untuk keterkaitan habis kontrak CV Giri Mukti tidak mengajukan Adendum dan kontraknya pun habis tanggal 10 November.

Ahmad selaku Derektur dan Jaka sebagai pelaķsana Cv Giri Mukti saat di komfirmasi Lewat WhsApp tidak ada jawaban seakan mengindahkan.

Masyarakat Warga Desa Jangraga sekitar Kecamatan Mangunjaya dan penguna Jalan yang melintasi jalur Mangunjaya Sindanghayu sudah merasakan jalan yang cukup halus karena sebagian yang rusak sebelumnya sudah diperbaiki. Mesti demikian ada juga yang menyayangkan hotmix aspalnya terihat tipis dan banyak terlihat batu kerikil menonjol di bagian atas dan terkelupas. Munkin ini terburu-buru karena mengejar waktu karena kotrak habis tidak di kerjakan ini akibatnya pekerjaan proyek hotmix di kerjakan asal-asalan ucap warga yang ga mau namanya di sebutkan.

Berdasarkan pantauan sergapreborn.id hotmix aspal tersebut terbilang memiliki ketebalan yang tipis kalau sesuai apa yang di katakan Kabid Binamarga harus 5 Cm Namun, jalan yang sebelumnya ada yang rusak betonya kini terpantau mulus saat ini. Meskipun perbandingan tebal antara kondisi jalan yang baru di Hotmix dan jalan lama yang masih bagus karena berbeda jenis dibawah Cor beton. Hotmix yang di atas melapisi cor beton sayang aspal hotmix diduga terlalu tipis buat kelas jalan kabupaten.

Bersambung
Tanggapan Ķepala Dinas DPUTRPRKP dan DPRD Komisi III
Terkait Kontrak Habis dan tidak mengajukan adendum apakah ada sangsi atau Denda sesuai UU kontruķsi ungkapnya.

(Budi Setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here