Aa Umbara Sosok Pemimpin Yang ” Someah ” Mudah Akrab Dengan Siapapun

0
272

May 26, 2019

KBB – sergapreborn

Sejak dilantik menjadi Bupati Kabupaten Bandung Barat bersama wakilnya, Hengki Kurniawan 10 bulan yang lalu, Aa Umbara memimpin KBB dengan gebrakan2 yang terkadang tidak terduga dan menimbulkan berbagai pendapat di kalangan birokrat dan masyarakat.

Tidak sedikit yang mencibir dan menganggap sebagai pencitraan.
Pada awal kepemimpinannya, Aa Umbara membuat gebrakan inspeksi mendadak (sidak) ke hampir semua SKPD, Kecamatan, dan Desa guna melihat langsung kinerja anak buahnya

Hasil sidaknya menjadi acuan untuk membuat kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja ASN KBB. Perubahan sikap ASNpun lambat laun mulai nampak, bermula dari Sholat Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan Sholat Dhuha sebelum mulai masuk jam kerja sampai meningkatnya disiplin kerja ASN.

Kebijakan lain yang diterapkan beliau adalah memberi kemudahan dan membebaskan pengurusan surat2 perijinan dengan mempersingkat birokrasi. “Saya menjadi Bupati untuk melayani masyarakat, bukan dilayani. Birokratpun harus begitu, tidak boleh ada urusan masyarakat yang terhambat gara2 pejabatnya tidak ada di kantor.

Inilah salah satu tugas berat saya dan wakil bupati merubah cara berpikir dan bersikap birokrat,” tegasnya. “Sesibuk2nya saya di luar kantor, misalnya berkunjung ke desa2 atau menghadiri acara resmi lainnya, meskipun jam kantor sudah lewat, saya pasti kembali ke kantor untuk melayani masyarakat. Terkadang saya terpaksa bekerja sampai larut malam.

Bahkan, kalau malam Jumat, saya tidur di kantor agar dapat Sholat Subuh berjamaah bersama ASN dan masyarakat sekitar perkantoran. Apalagi bulan Ramadhan ini, volume kegiatan saya menjadi meningkat, seperti tarawih keliling yang dilanjut dengan menampung aspirasi masyarakat. Dan kegiatan tsb sampai tibanya Sholat Subuh.”

Ada hal yang menarik dari kegiatan2 bupati ini, ia selalu menyempatkan unjuk kabisanya, yaitu bernyanyi. Tujuannya untuk menghilangkan sekat antara dirinya dengan masyarakat , selain sifatnya yang mudah akrab dengan siapa saja yang dijumpainya, meskipun baru pertama kali bertemu. ” Jadi pemimpin itu harus ‘someah’ dan mau mendengar keluhan masyarakatnya. Sudah bukan jamannya lagi pemimpin yang suka jaga image, kita harus melayani masyarakat semaksimal mungkin dan menjalankan amanahnya sesuai koridor hukum,” tuntasnya.
( Yani/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here