Di duga Kepsek SD 2 Lebakwangi Lakukan Pungli

0
794

Majelengka – Koran Sergap , Aksi dugaan pungutan liar (Pungli) di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Majalengka (Jabar)  termasuk di wilayah Kecamatan Malausma melakukan pungli di SDN 2 Lebakwangi dari siswa penerima KIP sebanyak 50 siswa persiswa di pungli Rp 100.000 dari dari jumlah siswa 145 siswa, masih marak.

Di mintai tanggapan nya , Kepala Sekolah SD 2 Lebakwangi ,  Hadad  kepada koran sergap beberapa hari lalu  yang di pertanyakan “uang hasil pungutan tersebut akan di bagikan ke siswa yang tidak mendapatkan KIP sebanyak 95 siswa, Hadad sebagai kepsek tak banyak memberikan komentar , Justru dia menjawab tak tahu apa apa mengenai hal tersebut jawab nya.

Dari hasil investigasi wartawan sergap padahal siswa hanya di beri Rp 20.000 itu pun tidak semua siswa di kasih hanya sebagian sisa nya akan di belikan baju batik untuk siswa kelas satu, namun saat di mintai tanggapan nya terkait siswa hanya di beri Rp 20 ribu dan tidak semua siswa di berikan dan sisa nya untuk beli baju batik untuk kelas satu , Pihak kepsek yakni hadad  menjawab tidak tahu menahu perihal tersebut.

Meski ini dilarang karena melanggar aturan, namun kepala sekolah (kepsek) SD 2 Lebak wangi terkesan mengabaikannya. Padahal, bantuan dana program wajib pendidikan dasar secara berkesinambungan terus digulirkan ke sekolah. Sebut saja biaya sudah ditanggung dari dana BOS.

“Di sinyalir ada dugaan kuat  Awabin tokoh masyarakat disana ikut campur menegenai perkara bantuan KIP serta   membuat aturan di dalam aturan diduga  ada main dengan oknum tenaga pegajar”

Menurut komite sekolah di SD tersebut menerangkan bahwa waktu musyawarah tidak ada berita acara, seraya menyebutkan untuk menganjurkan jangan ada pemotongan, ”  dan saya tidak pernah menandatangani berita acara tersebut, ” Pungkas nya.

“Untuk hal ini kami punya anak di sekolah SD 2 Lebak wangi  Apa ini dibenarkan? Sementara kami dengar ada anggaran yang di bagikan di pungli oleh pihak sekolah Ini yang kami sangat kecewa dan sesalkan,” kata orang tua siswa dari SD tersebut  kepada Koran Sergap kemaren (1/10).

Kendati demikian, praktik pungli belum di laporkan kepada Dinas P dan K Majelengka Jika praktik itu tidak dibenarkan oleh aturan, maka sudah menjadi pugli. Untuk itu, kepsek harus dipanggil dan diberi tindakan tegas. Bila perlu dicopot dari jabatan. Juga uang hasil pungli harus dikembalikan, Pungkas salah satu masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya dan ini harus ditanggapi oleh Kadis.

Orang tua siswa juga meminta tim satgas saber pungli harus berkerja. Tentu merespon setiap keluhan dan informasi dari masyarakat untuk selanjutnya menyelidiki di sejumlah sekolah. Salah satu nya sekolah SD 2 Lebakwangi  Jika benar telah melakukan pungli, kepseknya segera ditangkap.

“Kasian kami orang tua siswa yang sering ditindas. Kadang kami orang tua selalu turuti setiap perintah dari sekolah untuk pembiayaan kegiatan di sekolah. Itu karena kami tidak tahu kalau itu pungli. Juga kadang kami terpaksa harus mengikuti apa yang tekah di anjur kan di sekolah ,” ungkap mereka.

Sementara, Kepala Dinas P dan K Majalengka  dimintai  tanggapan nya terkait pungli di Sekolah SD 2 Lebakwangi belum bisa di hubungi , Senin  (02/10) karena lagi keluar.

Terkait dengan informasi  yang di himpun Koran Sergap  di tembus kan ke Kadis Pendidikan untuk meminta memanggil kepsek. Dan kepsek untuk segera mengembalikan uang hasil pungutan dari siswa. Kepsek juga dibuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sudah tahu melanggar aturan.  ( Gunawan Sergap )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here