Kosim , Pembudidaya Jamur Minta Kepada Pemerintah Agar di beri Modal

0
543

Poto : tampak jamur atau supa yang di budidaya oleh Kosim Tarik kolot.

Tasikmalaya – Koran Sergap , Awalnya, kegiatan budidaya jamur hanya sebagai pengisi waktu senggang. Ternyata, di balik kehidupan jamur banyak hal sangat menarik dan merupakan komoditas yang menjanjikan. Karena itu,  Kosim (45) sebagai ketua Rt di lingkungan  beliau rajin menggeluti budidaya jamur.

Kosim ketua Rt 01 Rw 07 kampung Tarikolot Desa Rancapaku Kecamatan padakembang kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat ini yang kebetulan
warga asli  Tasikmalaya , merintis usaha jamurnya  baru baru ini sekitar satahun yang lalu ,   Awalnya, Kosim hanya meletakkan beberapa bibit jamur sekenanya di emperan rumah, dan ruangan lain yang kosong, di sela-sela antara berbagai barang.

Maklum, rumahnya yang berlokasi di kampung tarik kolot  tidak begitu besar. Dan, budidaya jamur dilakukan hanya untuk mengisi waktu senggang di samping tugasnya sebagai ketua RT.

Selain keluarganya sendiri, ternyata kosim terdorong untuk terus meningkatkan pembudidayaan jamur, lalu menjual hasilnya. Pelan tapi pasti, usahanya terus berkembang sehingga emperan rumah dan halamannya terus  menampung bibit-bibit jamur yang dia kemas.

Selain didasarkan pada otodidak, ia juga memanfaatkan  pembudidayaan jamur, lalu mengembangkan cara-cara pembudidayaan jamur dengan keluarga nya,   di Tasikmalaya  dan Ia juga bekerja sama dengan  keluarga nya yang berjumlah 9 0rang. Dengan rata rata mendapat hasil 90 kilogram sehari dapat.menciptakan jamur alias supa dan lalu di jual kepasar cikurubuk- Tasikmalaya. Dengan keuntungan yang cukup.

Usaha Kosim  yang dimulai dari  jerih payah nya  itu, berkembang  hingga tahun terakhir ini 2017 bulan agustus.

“Berapa pun produksi kami selalu habis terjual. Bahkan, sering tidak bisa memenuhi permintaan,” katanya. Harga jamur nya 8 ribu perkilo.itu kwalitas bagus dan ditampung di pengepul.

Kosim dijual dalam bentuk segar dengan harga Rp 8000 per kg untuk partai. Harga eceran Rp 10.000 per kg atau kalau barang jamur itu.langka bisa diatas 10. 000. Selain produksi dari budidayanya sendiri, jamur ini buat sendiri dan bibit nya pun datang dari daerah jawa tengah dengan harga perbotol dengan bibit kisaran 10.000.

“Ini cocok sebagai ekonomi rakyat karena mudah dibudidayakan, tidak perlu tempat luas, dan menguntungkan,” papar Kosim

Menutup pembicaraan , dengan Koran Sergap , Kamis  (3/08-2017) kosim menyatakan, Pemerintah setempat atau pemda atau DPRD Tasik Harus memperhatikan petani Supa atau jamur untuk di berikan modal bantuan karena usaha jamur ini bagus untuk ekonomi masyarakat kecil , Tutur nya.

(Hendrizal Sergap)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here