102 Guru,  Ikuti Subtansi Calon Kepala Sekolah

0
392

Pessel sergapreborn.id

Sebanyak 102 orang calon Kepala Sekolah hari ini mengikuti seleksi pencalonan kepsek, yang terdiri dari 26 orang untuk calon kepala TK, 56 orang calon kepala SD dan 20 orang calon kepala SMP.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan kembali memilih calon-calon kepala sekolah yang berkualitas melalui proses seleksi. Sebagai tahap awal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengawalinya dengan melakukan seleksi admistrasi sesuai dengan proyeksi kebutuhan pengangkatan kepala sekolah. Tahap selanjutnya proses seleksi dilakukan dengan melakukan seleksi substansi bakal calon kepala sekolah berupa ujian tulis yang dahulunya disebut dengan seleksi akademik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Zulkifli didampingi oleh Sekretaris Dinas Suhendri, M.Pd. Dalam arahannya mengatakan, untuk menjadi kepala sekolah ada syarat-syarat kompetensi yang harus dipenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku. Diantaranya pendidikan minimal S.1, memiliki sertifikat pendidik, pangkat/golongan paling rendah minimal Penata/ III.c, memiliki pengalaman mengajar minimal 6 tahun, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan nantinya calon kepala sekolah yang telah selesai mengikuti proses seleksi dan diklat yang lebih matang akan menjadi kepala sekolah yang kreatif dan inovatif untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan. Sehingga bisa sejajar dengan sekolah-sekolah lainnya yang ada di Indonesia. Ujarnya Suhendri.

Ditambahkan Suhendri Sekretaris Dinas, Kegiatan seleksi ini dilakukan melalui kerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) yang berkantor di Karanganyar Jawa Tengah. Dalam acara pembukaan disampaikan oleh Drs. Gatot Dwi Atmadji, ST. M.Pd dari LPPKS, bagi calon kepala sekolah yang telah lolos seleksi substansi nantinya akan dilanjutkan lagi dengan proses pendidikan dan pelatihan (Diklat) dengan mempelajari materi-materi yang berhubungan dengan manajemen dan kompetensi kepala sekolah yang selanjutnya di implemetasikan dalam kegiatan on the job learning di sekolah.

“Setelah semua proses penyiapan calon kepala sekolah ini dilakukan yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Barulah seorang calon kepala sekolah boleh diangkat menjadi kepala sekolah karena mereka telah memiliki nomor registrasi yang akan dimasukkan ke dalam data Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Menurut laporan ketua panitia pelaksana sekaligus menjabat sebagai kepala seksi guru dan tenaga kependidikan Lendra, S.Pd, jumlah peserta yang ikut seleksi kali ini sebanyak 102 orang yang terdiri dari 26 orang untuk calon kepala TK, 56 orang calon kepala SD dan 20 orang calon kepala SMP. Akhirinya Suhendri.

Sementara itu, Khaidar Ramli Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan saat dikonfirmasi diruang kerjanya 21 Maret 2019 mengatakan, Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 19 sampai 21 Maret 2019 bertempat di Hotel Giszella, Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan . Kegiatan seleksi substansi calon kepala sekolah ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Suhendri, M.Pd.

Dalam arahannya, dia menyampaikan untuk menjadi kepala sekolah ada syarat-syarat kompetensi yang harus dipenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku. Diantaranya pendidikan minimal S.1, memiliki sertifikat pendidik, pangkat/golongan paling rendah minimal Penata/ III.c, memiliki pengalaman mengajar minimal 6 tahun, ujarnya Khaidar.

Sebagai asesor untuk kegiatan seleksi substansi bakal calon kepala sekolah kali ini LPPKS menurunkan timnya yang terdiri dari Feri Fren, Taufik, Cecep Trisnaldi, Harsyaf, Syarifuddin, Zulfahmi, Sukirman, Ariasdi, dan Sri Elniati., dengan admin Hening argasidhi, Putri Kusuma Ningrum, dan Novita Yuliana. Tegasnya.

(Wempi Hardi. SH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here