1.342 orang Swab Test Massal di Lapas Cibinong

0

CIBINONG –Sergapreborn

Lapas Kelas IIA Cibinong laksanakan kegiatan swab test bagi ASN UPT Pemasyarakatan dan Warga Binaan, Kamis hingga Sabtu (26-28 November 2020), bertempat di Lapangan Utama Lapas Cibinong.

Pelaksanaan yang dilakukan selama 3 hari ini secara teknis Lapas Cibinong bekerjasama dengan PT Cahaya Medikatama Indonesia sebagai pelaksana kegiatan swab test dengan tim yang beranggota 8 orang.

Pelaksanaan swab test massal ASN dan warga binaan di Lapas Cibinong ini wajib diikuti tanpa terkecuali, sebagai deteksi dini Covid-19 di lingkungan Lapas.

Sebanyak 1.342 orang berhasil diambil swab test antigen. Pada hari pertama pelaksanaan swab test, kegiatan ini diikuti oleh 131 petugas, 8 pegawai koperasi, 1 office boy dan 344 warga binaan Lapas Cibinong.

Berikutnya, pada hari kedua pelaksanaan swab test, kegiatan ini diikuti oleh 7 petugas, 13 taruna Poltekip, dan 429 warga binaan.

Hingga pada hari terakhir pelaksanaan swab test, kegiatan ini diikuti oleh 409 warga binaan Lapas Cibinong.

Kegiatan Swab Test ASN UPT Pemasyarakatan dan Warga Binaan tersebut sebagai rangkaian
dari kegiatan “Kumham Peduli, Kumham Berbagi” dan program Satgas Pencegahan Covid-19 Kemenkumham di lingkungan unit utama dan unit pelaksana teknis Lapas dan Rutan se-Jabodetabek.

Ardian Nova Christiawan, Kalapas Cibinong mengungkapkan, dengan diadakannya kegiatan Swab Test ASN UPT Pemasyarakatan dan Warga Binaan ini, diharapkan petugas dan warga binaan dapat meraih hasil yang diinginkan dan selalu dilindungi oleh Tuhan.

“Kami berharap seluruh petugas dan warga binaan Lapas Cibinong nihil hasil positif pada swab test ini. Karena kami telah berikhtiar semaksimal mungkin untuk menjalankan protokol kesehatan dalam membina warga binaan dan menjalankan tugas sehari-hari,” ujar Ardian.

Setelah pelaksanaan selesai, Lapas Cibinong menunggu hasil dari seluruh pengambilan sampel untuk selanjutnya ditindak lanjuti.

“Kami tinggal menunggu hasil H+1 sejak dimulai pelaksanaan dari laboratorium. Selanjutnya apabila ada petugas atau warga binaan yang mendapatkan hasil positif Covid-19, kami akan isolasi di ruang isolasi klinik Lapas, sehingga bisa dipantau perkembangannya selama 14 hari kedepan,” ungkap Ardian.

Langkah selanjutnya, Tim poliklinik melakukan kontrol secara terjadwal dan Tim dapur memberikan extrafooding berupa wedang jahe atau sejenisnya terhadap kamar isolasi klinik.
(Eristo / Hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here