Pangdam XlV Hasanuddin, Pelanggaran Prajurit TNI Terus Menurun

0
188

MAKASSAR (sergapreborn.id)-Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari tiga angkatan yakni AD, AU, dan AL melaksanakan upacara gelar operasi gaktib dan operasi yustisi polisi militer TA 2018, di Dermaga Layang Mako Lantamal VI Makassar, Kamis (01/2).

Upacara ini dipimpin oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti, dan dihadiri Danlantamal VI Laksma TNI Yusup, Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Tedi Rizalihadi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono, serta para perwira TNI dan Polri.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti dalam pidatonya mengatakan, operasi gaktib dan yustisi POM dilakukan untuk meminimalisir berbagai pelanggaran yang bisa dilakukan oleh para prajurit TNI.

Operasi gaktib dan yustisi yang dilakukan sepanjang 2017 lalu telah memberi hasil yang cukub baik dengan berkurangnya jumlah pelanggaran oleh prajurit.

“Jika bandingkan data 2017 dan 2016, terjadi penurunan sekitar 110 persen, 2016 sekitar 230, dan 2017 lalu hanya sekitar 101 pelanggaran. Sangat tinggi penurunannya, itu menunjukkan bahwa kesadaran prajurit sudah membaik, dan operasi memberi efek positif,” tutur Agus.

TNI ingin menciptakan kesan ke masyarakat bahwa tak perlu ada yang ditakuti dari TNI, dan menjadikan masyarakat sebagai contoh. Kita gak mau masyarakat dalam hatinya ada ketakutan terhadap TNI.

Masyarakat selama ini cuma bergosip kalau TNI bekingi ini dan itu, kita tak mau seperti itu. Kita ingin masyarakat melihat TNI sebagai contoh, yang menentramkan, dan melindungi masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut Agus pula, pelanggaran terbanyak yang dilakukan prajurit TNI khususnya di Kodam XIV Hasanuddintahun lalu adalah disersi. Disersi adalah hal klasik kadang ada prajurit masuk TNI dia pikir enak bisa cari uang, ternyata setelah masuk mereka disuruh lari terus tiap hari, apel dimarahi dan dihukum komandan. Di situlah terjadi pergolakan batin hingga ada disersi, pungkasnya.

(Imansyah Rukka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here