Mendikbud Gagas Sistem Full Day School untuk SD-SMP, Setuju?

0
357
Poto : Mendikbud Muhadjir Effendy

JakartaRurita Sary @rurita.saryKamis, 11 Agustus 2016 | 15:33

Saya setuju asal sekolah sudah menciptakan sarana dan prasarana yang memadai misal tempat istirahat dan bermain yang layak untuk anak-anak sekolah dasar dengan demikian saya rasa anak-anak tidak akan terlalu bosan berada lama-lama di sekolah dan sebaiknya pemerintah bisa meninjau ke beberapa sekolah yang masih kurang kelas nya , bagaimana harus full day kalo kelas saja mereka harus gantian

Menggagas program Sekolah sehari penuh untuk SD-SMP . Alasannya, lebih banyak waktu untuk pendidikan karakter dan dapat mencegah penyimpangan para pelajar. Bila Anda setuju gagasan Mendikbud pilih Pro! Tak setuju, silakan Kontra!

Tanggapan setuju dan Tidak setuju  :

Rudi Saputro @rudiestra

Tidak Setuju. Masa sekolah dasar merupakan masa untuk anak-anak menyesuaikan terhadap lingkungan sosial dan memulai masa pendidikan. jika hal ini dilakukan, secara tidak langsung psikologis sang anak akan terbebani. Full Day at School tanpa sisitem pendidikan yang menyenang kan akan menambah beban sang anak. Secara mental anak senang berinteraksi dengan teman-temannya disekolah, namun juga harus memikirkan sisi anak dari sisi keluarga dong. Kebutuhan kasih sayang dari keluarga sangat penting.
Aldi Frans Tandinata @alditandinata

Gidak setujuu ,,karena negara maju bukan dr sistem fullday scholl anda yg berkata “agar indonesia tidak tertinggal negara lain”&”terhindar dr ini itu” anda yg tidak tahu pendidikan … Negara eropa sistem KBM nya lebih singkat drpd di indonesia… Karna mereka lbh memfokuskan kreativitas,bakat anak dalam lingkungan,berinteraksi,mengembangkan diri didunia sosialnya
Budiyanto @budiyanto.shKamis, 13 Oktober 2016 | 13:10

saya setuju banget, dengan Full Day School untuk SD-SMP,
alasan
1. Penerapan full day pada anak sd dan smp adalah usia yang tepat, pada usia tersebut anak anak lebih cepat merekam apa yang terjadi disekitarnya , apabila di sekitarnya kita berika pengaruh baik. maka kedepan karakter anak akan menjadi baik.
2. untuk mengubah karakter perlu kerja keras. dengan full day school , anak anak tidak sempat mendapatkan pengaruh buruk dari lingkungan luar.
sekali lagi , saya sangat setujuuuuuuu
Ora Biasa @ora.biasa

Setuju tapi dengan catatan kurikulumnya harus dibenahi, jangan hanya membaca/menulis di dalam kelas. Misalnya tambahan pendidikan olah raga sesuai bakatnya, pendalaman karakter & agama, permainan beregu di outbond, dll
Olala Qyshya @olashya14

Mencegah terjadinya penyimpangan itu tidak harus dengan hal semacam ini, anak2 juga manusia yang butuh istirahat dan hiburan. kenapa gak mulai mencegah terjadinya penyimpangan dengan tidak menayangkan sinetron2 yang tidak patut. sinetron sekarang anak SMP aja udah cinta2an, adegannya mesra, itu lah yang harusnya di hilangan supaya gak jadi contoh dan mencegah terjadinya penyimpangan. pendidikan jadi fullday? gak akan berpengaruh kalo masih banyak contoh tidak baik yg mereka lihat di setiap media
Widasari Lasmaria @widadooo

SETUJUUUUUUUUU,.. SUPAYA BANGSA INDONESIA TDK KETINGGALAN DIBANDING DGN BANGSA NEGARA TETANGGA.
Imam Irdiansyah @ima.kompeniSelasa, 27 September 2016 | 5:52

kontra…. kl saya punya usul yg lebih baik sekolah full day adala sma/smk dengan menambah praktek kejuruan buat persiapan menuju kuliah
Resti Yuliana @restiyuliana123Jumat, 2 September 2016 | 8:49

saya setuju, memang tujuannya baik untuk mengindari penyimpangan para pelajar. hanya saja ini menjadi PR yang sangat serius dimana pemerintah harus menyiapkan program sekolah yang menyenangkan yang tidak membuat pelajar merasa terbebani bahkan setres,
Moh. Syifa @mohsyifa

Indonesia itu beda dengan Belanda atau Korea yang memakai sistem Fullday school, di Indonesia ada Madrasah Diniiyah, mengapa pemerintah tidak mewajibkan pendidikan Diniyah sore sekaligus, itu lebih efektif menerapkan fullday di Indonesia ini. Jangan Lupakan madrasah dan pesantren di negeri ini, dua lembaga itu paling ampuh mengatasi akhlak Bangsa ini.
Bangsamerdeka @bangsamerdeka

setuju.
tapi harus disiapkan dengan baik.
sediakan kegiatan yang bermanfaat disisa waktu belajar, seperti bermain bersama, ketrampilan, proyek, dll.
dan yang penting, sediakan juga waktu istirahat yang cukup. misalnya tidur siang. sabtu jelas harus libur.
kalau bisa makan siang sebagian atau seluruhnya ditanggung pemerintah.
Hariyanto @j4ckky_3000

Sekolah tidak menjamin kehidupan anak2 bs menjadi lebih baik … Masih byk kasus pelecehan dll terjd di sekolah2 bayangkan jika anak anda yg jadi korbannya dan itu terjadi full day…
oceania @arasymommy

setuju untuk wilayah perkotaan terutama, asal sabtu minggu libur dan tidak ada PR. Jam belajar seperti biasa selepas jam 12 diisi kegiatan yang bermanfaat. Dari pada dirumah ngegadged, nonton tv atau kegiatan yg ga jelas2 bermanfaat, soalnya terkadang ortu suka sibuk urusannya sendiri biarpun ada di rumah.
Faried Affandi @fariedaffandi

Full day school buat SMP, SMA/SMK aja gpp. Kalo TK, n SD jangan dulu lah. Nanti masa kecil kurang bahagia…. Trus kurikulum dibuat lebih spesifik lagi dan dengan metode yang lebih atraktif, jangan seperti sekolah militer. Kecuali memang itu sekolah milter.
waksur @waksur

setuju full day, sekarang saja anak2 pulang jam 3 habis tu siap siap les/kursus lagi (hampir 2 jam)
tapi materi fullday di buat yg lebih menarik dan target prestasi bukan asal asal .
Yuyun A Mongkar @yuyunamongkar

tidak setuju, indonesia sdh brp thn merdeka,.? bukan waktuny uji coba, cukup evaluasi kurikulum pendidikan semenjak merdeka yg baik lanjutkan yg jelek buang. standar hidup pendptan masy Ina msh rendah seandainya anak msuk pgi plng sore uang saku akan bertambah 2 x lipat bahkan lbh, tlng dipikir ulang
Tampu Bolono @negarawan

IDE yang mengandung arah kebaikan, perlu dicoba.
Tentu ada Pemetaan dulu, kemudian Gap apa, untuk bisa dilakukan Pembenahan dan Uji Coba.
Pendidikan saat ini, tentu memberikan hasil berpuluh-puluh tahun ke depan.
Dank Hans @irhanjayadi

Anak saya dari SD sampai SMP IT sudah full day dari dulu tdk ada masalah mereka ejoy2 aja, kalau di bandingkan dg sekolah negeri yang cuman setengah hari jauh berbeda apa yang sdh anak saya alami sampai sekarang baik dari segi pelajaran umum maupun ilmu agama, dan perlu di ketahui full day itu tidak dari pagi sampai sore di kelas melulu banyak cara belajar yg interaktif di luar kelas (msh dlm lingkungan sekolah), menurut saya ini karena orng tua sdh ketakutan duluan pdahal belum di coba,
Gun Gun Gunadi @gunadigungun819

Bukan soal sekolah ny yg harus full day ibaratkan otak kita tuh memory yg udh pny kapasitas ny masing masing klo kita isi terus menerus bukan ilmu dan kepintaran yg d dapat siswa siswi melainkan ke jenuhan dan kemalasan yg akan d dapat oleh mereka,jd mending normal ajj daripada memaksakan kehedak yg ujung ujung ny ngga baik
Budi Candra @budi4sure

Tidak setuju

1. Uang sekolah akan meningkat drastis.
2. Anak akan terlalu lelah.
3. Jika anak yang terpaksa bekerja untuk membantu orang tua demi sesuap nasi dan juga biaya sekolah diharuskan sekolah sehari penuh, bisa-bisa putus sekolah.
4. Pendidikan tidak cuma di sekolah.

Sekolah setengah hari atau lebih sedikit sudah cukup.
Sisanya mau ekstra kurikuler atau belajar apa terserah orang tua.
Jika orang tuanya harus bekerja, tidak ada orang di rumah, ya atur sendiri bagaimana baiknya.

Rurita Sary @rurita.sary

Saya setuju asal sekolah sudah menciptakan sarana dan prasarana yang memadai misal tempat istirahat dan bermain yang layak untuk anak-anak sekolah dasar dengan demikian saya rasa anak-anak tidak akan terlalu bosan berada lama-lama di sekolah dan sebaiknya pemerintah bisa meninjau ke beberapa sekolah yang masih kurang kelas nya , bagaimana harus full day kalo kelas saja mereka harus gantian
(Dtk***Hl)

LEAVE A REPLY