Kisah Imron Anak Tukang Bubur Dilantik Jadi Taruna Akmil

0
514
Caption : Imron Anak Tukang Bubur Dilantik Jadi Taruna Akmil di Magelang

Jakarta (sergapreborn.id)

Kisah salah seorang anak tukang bubur Imron Ichwani resmi dilantik menjadi prajurit taruna oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Imron dilantik bersama 775 prajurit dan bhayangkara taruna lainnya di Stadion Sapta Marga, Kampus Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Berita yang dilansir koran sergap dari detik.com dikisahkan Imron mengakui mempunyai mimpi menjadi tentara. Dia salah satu calon taruna yang sempat viral di medsos.

“Keinginan tersebut semakin kuat, ketika ada sosialisasi di sekolah dari Ajenrem 071 Wijayakusuma. Kemudian langsung daftar dan alhamdulillah bisa lolos dari mulai tahap daerah sampai dengan pusat,” terang Imron dalam keterangan tertulis, Kamis (1/11/2018).

Penghasilan ayahnya, Sugeng Suroso, hanya sekitar Rp 50 ribu sehari. Imron merupakan anak ketiga dari enam bersaudara dan tinggal di rumah yang sederhana.

Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, hal itu tidak menyurutkan semangat Imron dan keluarga mewujudkan mimpi menjadi taruna Akmil.

“Saya berusaha belajar dengan keras agar mewujudkan cita-cita tersebut, dan alhamdulillah semasa SMA masuk di SMA 1 Purwokerto serta saat ikut seleksi pusat masuk dalam kelompok calon unggulan,” jelas Imron.

Alasan bisa masuk calon unggulan, Imron menyampaikan hal itu dimungkinkan karena prestasinya semasa di sekolah.

“Waktu SMA, saya mendapatkan nilai sepuluh pada ujian nasional matematika dan juga pernah ikut olimpiade matematika tingkat provinsi serta aktif di OSIS dan Paskibra,” kata Imron.

Sementara itu, kakak Imron, Rudi, menggantikan ayahnya untuk bisa menghadiri acara pelantikan itu. Sebab, ayahnya tidak bisa hadir saat wisuda karena diopname selama 2 bulan akibat hepatitis. Dengan sakitnya sang bapak, menurut Rudi, perekonomian keluarga sekarang menjadi tanggung jawabnya sebagai kakak tertua.

“Bapak tidak bisa ikut karena sakit hepatitis, sehingga tinggal di rumah. Tadi kita berangkat bersama nenek, ibu, dan Om Bowo serta saudara naik mobil yang dicarter sehari sekitar 700 ribu. Tapi lumayan karena kenal, harganya bisa turun,” tutur Rudi.

“Tapi, tidak apa-apa, karena setidaknya nenek, ibu, dan saya serta om bisa hadir bersama Imron walau sebentar,” imbuh Rudi, yang sehari-hari bekerja menjadi tukang servis ponsel ini.

(Imansyah Rukka – Jurnalis Koran Sergap).