Cegah Karhutla Sejak Dini

0
324

“BPBD Jalin Kerjasama Dengan RRI Pusat”

PANGKALAN BUN (sergapreborn.id)-

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) pusat menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019 di Aula BPBD Kobar Kamis (14/2). Kegiatan ini digelar untuk pencehan dini untuk antisipasi Karhutla yang terus terjadi saat musim kemarau.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri RRI pusat pro 3 yakni Pandu Wicaksono dan Juliano, jajaran TNI, Polri, BPBD, Tagana, Camat, Lurah, Masyarajat peduli api dan para relawan yang berjumlah ratusan orang.

Sekretaris BPBD Kobar Hermayadi mengatakan, Setiap tahun Kabupaten Kobar selalu terjadi Karhutla. Karhutla yang terjadi di Kobar ini dipicu karena meningkatnya suhu panas saat musim kemarau dan ada campur tangan masyarajat dengan cara membakar hutan dalan lahan.

“Maka untuk mengantisipasi Karhutla 2019, kami dari BPBD Kobar bekerjasama dengan RRI menggelar sosialisasi pencegahan Karhutla,” kata Harmayadi.

Menurutnya, sosialisasi dengan melibatkan banyak pihak ini sebagai bentuk pencegahan sejak dini. Karena kejadian Karhutla sering terjadi wilayah Kabupaten Kobar.

“Dengan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, upaya pencegahan jauh lebih baik. Termasuk melakukan optimakisasi dari sosialisasi. Sehingga masyarajat Kobar lebih sadar dan kedepan tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar hutan dan lahan,” ujarnya.

Dari beberapa kejadian Karhutla, tentu menimbulkan dampak negatif. Diantaranya menganai asap yang bisa mengganggu kesehatan. Disisi lain asap dari kebakaran hutan juga bisa menganggu aktivitas masyarakat. Maka harus dijaga bersama, agar tahun 2019 ini kebakaran hutan dapat diminimalisir.

“Dampak lainya dari Karhutla ini tentu adanya kerugian yang besar. Tahun 2018 lalu total ada 275 Hot spor yangvteroantaunsatelut dan lahan yang terbakar mencapai 2.130 hektare,” jelasnya.

Upaya yang telah dilakukan dengan memaksimalkan water bombing menggunakan helikopter untuk menjangkau kebakaran di dalam hutan. Sedangkan untuk kebakaran yang masih bisa dijangkau dengan memaksimalkan tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Tagana, masyarajat peduli api dan para relawan.

“Nampaknya, dengan komitmen bersama kita jauh lebih siap menghadapi Karhutla. Karena kita sudah punya strategi untuk mengantisipasi Karhutla. Serta melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak mama akar hutan dan lahan lagi,” bebernya.

Sementara dari RRI Pusat Pandu Wicaksono mengatakan, adanya kasus Karhutla di Indonesia ini menjadi perhatian serius. Pihaknya juga mempunyai tanggung jawab untuk ikut menyebarluaskan informasi antisipasi Karhutla.

“Salah satunya RRI Pusat menjalin kerjasama dengan BPBD Kobar untuk menggelar pencegahan Karhutla. Ini sebagai antisipasi Karhutla di daerah ini. Antusias ya sangat besar dan kedepan Karhutla dapat diminimalisir.

(Imansyah Rukka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here