AKSI BELA ISLAM 55 SEBAGAI PENUTUP AKSI-AKSI SEBELUMNYA

0
211

AKSI BELA ISLAM 55 SEBAGAI PENUTUP AKSI-AKSI SEBELUMNYA

JAKARTA, Koran Sergap Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menyatakan bahwa aksi simpatik 55 merupakan aksi penutup dari rangkaian aksi-aksi sebelumnya.

Aksi Simpatik 55 yang digelar Jumat (5/5) dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, diperkirakan dihadiri lebih dari 3.5 juta umat yang berdatangan dari seluruh Indonesia. Masa aksi memilih untuk beriktikaf di dalam masjid sembari mendengarkan tausyiah dari para ulama.

Agenda awal aksi 55 akan menggelar jalan kaki dari Masjid Istiqlal ke gedung Mahkamah Agung, namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya GNPF-MUI hanya mengirimkan 10 orang perwakilan ke MA, yaitu Kapitra Ampera, KH Nazar Haris, Prof. Didin Hafiduddin, Nasrulloh Nasution, KH Shobri Lubis, Ahmad Doli Kurnia, Ahmad Luthfi Fathullah, Muhammad Luthfie Hakim, Ustaz Bobby Herwibowo dan Heri Aryanto.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir memastikan bahwa aksi simpatik 55 merupakan aksi terakhir atau aksi penutup dari aksi-aksi sebelumnya, yaitu aksi 411, 112, 212, dan Aksi 313.

“Hari ini merupakan aksi penutup dari rangkaian aksi-aksi yang telah kita lakukan selama ini,” ujar Bachtiar Nasir, Jumat (5/5/2017).

Penutupan aksi GNPF ini sejalan dengan bakal berakhirnya proses peradilan kasus penodaan agama yang disangkakan kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 9 Mei 2017 nanti.

“Dengan izin Allah, penista agama akan dipenjara. Saya tidak tahu bagaimana Allah akan memenjarakannya, tapi yang saya pasti tahu Allah hakim seadil-adilnya,” tegas Bachtiar Nasir

Kendati demikian, Bachtiar Nasir berpesan agar para peserta aksi bela Islam, tidak memikirkan tiap tuduhan yang ada. Menurutnya, biarkan saja orang yang menuduh dapat belajar atas keteladanan yang dicontohkan umat.

“Kita serahkan saja semua kepada Allah, kita lihat hasilnya hari Selasa nanti, lalu sujud syukur setelahnya,” kata Bachtiar Nasir.

Heri Kurnia, salah satu peserta Aksi 55 asal Padang, menuturkan bahwa suasana Aksi Bela Islam 55 membuat hatinya bergetar bisa bergabung dengan jutaan umat Islam dengan misi yang sama.

Subhanalloh, Alloh masih menyayangi saya, niat saya untuk ikut ABI 55 akhirnya terlaksana, nuansa satu rasa, satu misi dan satu tujuan terasa sekali di sini tuturnya.

Heri menambahkan walaupun Aksi Simpatik 55 sudah ditutup usai sholat Ashar tadi, ia bersama ribuan jama’ah mengaku tidak akan langsung pulang, namun akan beristirahat sebentar sembari menunggu sampai dengan 10 delegasi GNPF-MUI yang di utus ke MA kembali.

(M. Arifin/Eko Supriyanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here